Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Petani Kecamatan Rembang Kota Ramai-ramai Berantas Hama Tikus

REMBANG-Makin bertambahnya populasi tikus merusak tanaman padi yang mulai berisi, membuat puluhan petani yang tinggal di kecamatan Rembang kota merasa geram. Sepanjang Rabu pagi hingga siang (8/12) bersama petugas dari Dinas Pertanian dan Kehutanan warga beberapa desa melakukan pemberantasan hama tikus, hasilnya puluhan tikus ditangkap dan dimusnahkan dengan cara dibakar.

Wardiyo salah satu petani kelurahan Sidowayah kecamatan Rembang kota menjelaskan, perburuan tikus beramai-ramai dilakukan karena tidak kuat menahan rasa jengkel karena pembasmian melalui racun tikus tidak menuai hasil maksimal. "Sebagai jalan terakhir memilih melakukan pemberantasan bersama, antara kelompok tani dibantu petugas dari Dinas Pertanian dan Kehutanan Rembang," ujarnya.

Menurutnya, dari luas lahan pertanian kelurahan setempat, terdata sekitar tiga perempat hektar ditanami padi dan sudah berumur sekira 2 bulan. Masa padi mulai tumbuh justru dirusak hama tikus, sehingga bila dibiarkan khawatir bisa gagal panen. "Seperti yang dialami pada musim tanam tahun lalu," cetusnya.

Terpisah, Masudi petugas pengendali organisme pengganggu tanaman (POPT) Rembang menyebutkan, tercatat sekira 27 hektar lahan pertanian di wilayah kecamatan Rembang terserang hama tikus dan sekitar 200 hektar terancam serangan. "Untuk membantu petani dalam memberantas tikus pihaknya telah memberikan bantuan jenis obat tikus Clerat sebanyak 2 kwintal dan empusan tikus untuk petani," sebutnya.

Dia sarankan para petani untuk menggunakan racun tikus jenis clerat karena tikus setelah memakan racun dalam selang tiga hari dipastikan mati. "Racun tikus sendiri tidak menimbulkan pencemaran dan membahayakan lingkungan," sebutnya.(Hasan)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama