Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Dengan Bersinergi, Bakamla RI Jalankan Tugas Keselamatan Perairan Indonesia



JAKARTA (wartamerdeka.net) -   “Melalui sinergi yang terjalin apik antara Bakamla RI dengan instansi maritim terkait lainnya, maka selain tugas patroli keamanan, Bakamla RI juga berhasil melaksanakan tugas kemanusiaan”.


Hal itu dikatakan Kepala Biro Umum Bakamla RI Laksamana Pertama TNI Suradi A.S., S.T., S.Sos., M.M. pada saat menerima kunjungan dan wawancara dengan personel salah satu TV Swasta Indonesia di Kantor Bakamla RI, Jalan Dr. Sutomo Nomor 11, Jakarta Pusat, Kamis (24/8/2017).

Pati bintang satu itu kemudian mencontohkan tindakan penyelamatan yang dilakukan Bakamla RI dan TNI AL dalam proses evakuasi rombongan Kementerian Desa yang mengalami terdampar dan terombang ambing di laut usai Peringatan Hari Kemerdekaan di wilayah perbatasan Kamis (17/8), minggu lalu.

Menurutnya, Speedboat naas yang mengangkut 12 personel  Kemendes RI tersebut dapat terselamatkan melalui upaya pencarian dan penyelamatan yang didukung dengan koordinasi rapi yang terjalin antar instansi.

"Kebetulan pada saat kejadian tersebut saya dan Direktur Operasi laut Bakamla RI Laksma TNI Rahmat Eko Rahardjo sedang berada di Sebatik untuk mendukung acara peringatan Hari  Kemerdekaan RI yang digelar Kemendesa. Adanya kejadian tersebut, kami segera lakukan langkah cepat untuk melakukan evakuasi," jelasnya lebih lanjut.

"Kami langsung perintahkan untuk koordinasi dengan Lanal Nunukan dan KRI Kerapu yang kebetulan posisi 6 mil dari tempat kejadian, dan kami juga langsung bertolak menuju lokasi kejadian bersama sejumlah Staf dari dermaga Lanal Nunukan,"ujarnya.

Para korban sempat terombang ambing selama 8 jam di laut, terhempas angin,  dan terdampar hingga di dekat Pulau Bunyu, Kalimantan Utara. Namun dengan bantuan evakuasi KRI Kerapu dan pengawalan KN Gajah Laut,  proses debarkasi korban berjalan aman di Dermaga Mamburungan Tarakan, ucapnya menutup sesi wawancara tersebut.(ar) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama