Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

FORKI dan BRI Tandatangani Nota Kesepahaman Untuk Pembinaan Prestasi Karateka


FORKI dan BRI Tandatangani Nota Kesepahaman Untuk Pembinaan Prestasi Karateka
JAKARTA (wartamerdeka.net) – Sejak 10 tahun yang lalu, Bank Rakyat Indonesia (BRI) sudah menjadi bapak angkat dari cabang olahraga karate di Indonesia. Hari ini, FORKI dan BRI menandatangani Nota Kesepahaman untuk pembinaan prestasi karateka Indonesia.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo selaku Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB-FORKI) bersama Suprajarto selaku Direktur Utama PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, melaksanakan Nota Kesepahaman tentang Sponsorship Program Kegiatan FORKI, bertempat di Ruang Kerja Panglima TNI, Jl. Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (5/9/2017).
Usai penandatangan Nota Kesepahaman, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo selaku Ketua Umum FORKI dihadapan wartawan mengatakan bahwa anggaran yang diberikan oleh BRI ini akan dipertanggungjawabkan secara terbuka.
“Media bisa memonitor informasi untuk apa saja dana itu digunakan, karena sekarang ini era keterbukaan, tetapi target kita adalah untuk meraih Medali Emas di Olimpiade Jepang tahun 2020,” ujar Panglima TNI.
“Kemudian para atlet akan diberikan bonus, untuk memberikan motivasi karateka agar lebih berprestasi pada Asian Games tahun 2018 dan Olimpiade 2020 di Jepang,” ucap Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Selanjutnya Ketua Umum FORKI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa atlet Karateka Indonesia harus mempunyai tekad dan mimpi yang tinggi untuk dapat memperoleh Medali Emas pada Kejuaraan Dunia Karate Olimpiade di Jepang tahun 2020.
“Agar dapat bermain di ajang Olimpiade, para atlet karateka harus mempunyai rangking di Word Karate Federation (WKF) dan FORKI harus mengirimkan atlet karateka ke setiap event-event karate tingkat internasional agar memperoleh point,” tandas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.(ar)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama