Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Kasi Trantibum Kecamatan Majenang Sterilkan Jalan Utama Taman Kota dari PKL


Kasi Trantibum Kecamatan Majenang Sterilkan Jalan Utama Taman Kota dari PKL

CILACAP (wartamerdeka.net) –  Upaya pembinaan bagi para pedagang yang berlokasi di Jalur Utama Taman Kota Majenang terus dilakukan oleh Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban sarana umum (Kasi Trantib) Kota Majenang, Cilacap-Jateng, Suprihatiyono.
Saat ini ruas jalan utama di depan Taman Kota Majenang harus steril dari Pedagang Kaki Lima ( PKL ) agar Taman terlihat bersih dan indah.
Sedangkan sebagai gantinya lahan para pedagang itu sudah disiapkan di sebelah sisi timur Taman Kota agar tertata lebih rapi dan tidak menggangu para pemakai jalan raya.
“Tidak menutup kemungkinan bagi para pedagang yang membandel akan ditertibkan dan diberi sanksi sesuai dengan aturan Perda,” ujar Supri kepada wartamerdeka.net, Kamis (31/8/2017).
Sedangkan menurut salah satu pedagang kaki lima lima, dia berjualan baru dua hari dan disuruh oleh pemilik usaha.
“Saya tidak tahu mas, soal aturan tersebut dan saya ikut berjualan di sini karena saya sedang nganggur mas, tapi saya ya akan ikuti aturan tersebut,” ujar Yoto asal Majenang.
Salah satu petugas dari upt Dinas Tata Ruang kepada wartamerdeka.net mengatakan, pihaknya disini selalu rutin memberi arahan kepada para pedagang yang tidak tahu larangan lokasi jualan agar mereka juga paham dan mentaati aturan yang ada.
“Selain itu kebersihan kota tetap terjaga,” kata Irawan Setiyadi. (Alek Tarkum)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama