Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Panglima TNI Ajak Pangab Thailand Perluas Kerja Sama


 
JAKARTA (wartamerdeka) -  Mencermati perkembangan lingkungan strategis baik di tataran global maupun regional, Panglima TNI mengajak Pangab Kerajaan Thailand sebagai pimpinan RTARF untuk memperluas kerja sama yang telah ada, guna memberikan manfaat bagi kedua negara, serta juga bagi negara-negara tetangga di kawasan sekitar.


Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada Jamuan Malam Resmi bersama denganPangab Kerajaan Thailand Jenderal Tarnchaiyan Srisuwan, di Hotel Dusit Thani, Bangkok, Minggu malam (5/11/2017).

Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Angkatan Bersenjata Kerajaan Thailand (RTARF) telah membina interaksi,seperti Thainesia HLC maupun antara ketiga matra pada beragam interaksi yang saling memberikan manfaat bagi peningkatan profesionalisme prajurit kedua pihak atas dasar kemitraan strategis.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengucapkan selamat atas pengangkatan Jenderal Tarnchaiyan Srisuwan sebagai Panglima Angkatan Bersenjata Thailand sejak 1 Oktober 2017.

“Saya yakin di bawah kepemimpinan Jenderal yang handal dan bijak, RTARF akan tampil sebagai Angkatan Bersenjata yang berkontribusi pada perwujudan kawasan yang aman, damai dan stabil, sehingga memberikan dampak positif pada terwujudnya dunia yang lebih tertib dan tenang,” jelasnya.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa Thailand merupakan negara di Asean yang tidak pernah memiliki permasalahan dengan Indonesia. “Kedua bangsa bagaikan saudara sekandung, terlebih Thailand memiliki banyak persamaan dan latar belakang sejarah yang erat dengan Indonesia,” ujarnya.

“Saya mengundang Jenderal beserta Mrs. Jinaporn Srisuwan untuk berkunjung secara resmi ke Indonesia sebagai tamu kehormatan TNI dan tamu khusus Panglima TNI,” kata Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Disela-sela jamuan malam resmi, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengajak para hadirin berdiri sejenak dan bersulang untuk peningkatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Thailand dan untuk perluasan kerja sama dan persahabatan  yang kokoh  antara  TNI dan RTARF serta untuk keberhasilan, kebahagiaan dan kesehatan Jenderal beserta Mrs. Jinaporn Srisuwan beserta segenap jajaran RTARF.

Sementara itu, Pangab Kerajaan Thailand Jenderal Tarnchaiyan Srisuwan mengatakan bahwa hubungan antara TNI dan dan Angkatan Bersenjata Kerajaan Thailand sampai saat ini sudah 67 tahun dan ada kegiatan kerja sama di semua bidang termasuk pertukaran pendidikan dan pelatihan di semua tingkatan.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama