Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Polisi Satnarkoba Polres Metro Jakbar ‘Serbu” Untar


JAKARTA (wartamerdeka) - Gerakan jemput bola dalam rangka penyuluhan bahaya penyalahgunaan narkoba, terus digelar  Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat. Seperti yang dilakukan Kamis (2/11/2017) , Satnarkoba  Polres Metro Jakarta Barat, melakukan penyuluhan di Universitas Tarumanegara, Grogol, Jakarta Barat.
Acara juga dihadiri oleh pimpinan serta civitas akademi dari berbagai fakultas di universitas tersebut.


Wakil Kepala Satuan Narkoba Polres Jakarta Barat, Komisaris Polisi H. Khoiri yang menjadi pembicara utama dalam penyuluhan tersebut  mengungkapkan, pihaknya sangat berterimakasih dan mengapresiasi upaya pihak Universitas Tarumanegara yang sudah mengundang jajarannya untuk melakukan penyuluhan bahaya narkoba kepada mahasiswa/ mahasiswi. 

"Sebelum menjabat Wakasat, saya menjabat kepala unit di beberapa wilayah, dan memberantas narkoba, seperti di Kampung Ambon, Boncos dan daerah Taman Sari," kata Khoiri saat memperkenalkan dirinya  di hadapan ratusan mahasiswa.

Mengutip pengalamannya selama ini, Khoiri mengakui daerah-daerah yang rawan terhadap perrdaran narkoba, dulu sangat susah untuk dimusnahkan.
"Dulu, masuk ke daerah sana aja sangat sulit dahulu. Karena para bandar telah menyebar kaki tangannya serta bersekongkol dengan warga hingga 90 persen. Sehingga kita sulit masuk ke wilayah tersebut, karena portal ditutup. Kita bahkan sampai melakukan penyamaran dengan memakai ambulan, namun tetap kesulitan untuk masuk, " tuturnya.

Menurut Khoiri, peredaran narkotika sangat besar di Indonesia karena memang banyak peminatnya.
"Narkotika menjadi bisnis sangat besar dan bangsa kita ingin mencoba-coba, bentuk perang terhadap negara kita adalah penyelundupan narkoba," sambungnya seraya menjelaskan bahayanya menggunakan narkoba seperti ganja, sabu, daftar obat G dan tembakau gorilla.

"Psikotropika sangat berbahaya, khususnya bagi wanita karena itu dapat membuat merangsang. Jangan sampai kita menggunakan narkoba karena dapat merusak masa depan, cita-cita akan lenyap," pungkasnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Tarumanegara Dr. Agustinus Purna Irwan mengatakan, pihaknya sangat senang atas kedatangan pihak Polres Jakarta Barat untuk penyuluhan bahayanya narkoba.

"Narkoba sangat dilarang di lingkungan kampus sama halnya merokok dan alkohol. Banyak artis dan anggota DPR yang menggunakannya, segala perbuatan buruk kita akan kita pertanggung jawabkan kepada Tuhan," kata Agustinus.
Acara penyuluhan akhirnya ditutup dengan sesi tanya jawab, antara mahasiswa  dengan  petugasdari Satnorkoba Polres Metro Jakbar. (Badar)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama