Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Panti Milik Dinsos DKI Rawat Remaja Korban Perkosaan



JAKARTA (wartamerdeka) - Wanita remaja yang sebelumnya pernah alami perkosaan dan telantar di jalanan, akhirnya kini melakukan persalinan di Panti Sosial Perlindungan Bhakti Kasih milik Dinas Sosial DKI Jakarta.


Selama di panti, remaja yang ternyata memiliki retardasi mental atau kemampuan intelektual di bawah rata-rata ini diperiksa secara rutin kondisi kandungannya.

Petugas sekaligus pendamping di Panti Sosial Perlindungan Bhakti Kasih, Tsabitatul Izza menyampaikan, remaja bernama Nia (16) hamil karena diperkosa oleh pria tak dikenal.

"Dia diperkosa 2 kali. Sepertinya dari kecil di jalanan soalnya kalau ditanya rumah ada besar-besar rumahnya tapi dia lupa jalan rumah," ujar Tsabitatul Izza saat dihubungi pada Sabtu (30/12).

Ia melanjutkan, karena reterdasi mental atau ketidakmampuan yang ditandai dengan fungsi intelektual di bawah rata-rata dan rendahnya kemampuan untuk menyesuaikan diri, pihaknya kesulitan mengungkapkan latar belakang remaja tersebut.

Nia bisa sampai di panti karena telantar di jalanan sehingga dibawa petugas. Karena reterdasi mental,  pihaknya kesulitan melakukan assesmen. Ia kerap marah dan menolak, ia pun sulit merawat kebersihan diri.

"Waktu kami assesmen, Nia hanya bilang mama aja. Tapi nggak tahu nama mamanya. Tanya tentang keluarga yang lain juga tidak ada. Dari Panti Sosial Bina Insan dia diambil dari daerah Kampung Rambutan, Jakarta Timur," terang Tsabitatul.

Saat melakukan pertolongan pertama ketika persalinan, pihaknya juga cukup kesulitan karena remaja itu memerlukan perlakuan khusus. Sehingga perlu tindakan profesional yang dilakukan petugas panti.

"Setelah pertolongan pertama selesai, petugas dari Puskesmas Kecamatan Kemayoran dengan bidan ahli segera datang untuk melakukan pelayanan medis yang lebih lanjut," ungkap Tsabitatul.

Selain itu, ketika masa kehamilan, pihaknya selalu membawa Nia untuk kontrol janin ke dokter Puskesmas dan rutin berobat di Rumah Sakit.
Namun karena kondisi Nia yang kesulitan dalam memberikan keluhannya, maka terjadilah persalinan di panti.

"Alhamdulillah sekarang Nia telah melahirkan anak perempuannya dengan berat badan 2,3 kg dan panjang 49 cm. Bayi sehat sekali. Saat ini ibu masih diajari memberikan ASI, meski mungkin harapan kecil karena takut anak tidak dapat posisi yang nyaman dalam menerima ASI," kata Tsabitatul.(ar) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama