Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Warga Kec Purbaratu Keluhkan Pencairan PKH Rastra


TASIKMALAYA (wartamerdeka) - Sejumlah warga keluhkan soal pencairan PKH Rastra yaitu bantuan non tunai berupa beras di wilayah kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya.


Ibu Euis dan Ibu Aeni, misalnya, mengeluh, mereka mempunyai kartu tersebut tapi tidak mendapat bantuan.

"Awalnya saya dapat satu kali,tapi sekarang aneh jadi nggak daparlt," ujar Ibu Euis dengan nada kecewa, tadi pagi.

"Saat saya tanyakan kepada petugasnya justru malah menjawab tidak tahu, malah mengarahkan saya untuk mengurus sendiri, tapi bingung saya harus kemana mengurusnya," ujar Ibu Aeni yang kartunya pernah hilang tapi setelah kartu dicetak lagi sudah tiga bulan tidak turun bantuannya. 

Terpisah, Iwan seorang aktivis  LSM mengomentari terkait hal ini. Menurutnya, data awal untuk penerima manfaat PKH diambil dari Basis Data Terpadu hasil PPLS 2011, yang dikelola oleh TNP2K. perlindungan sosial melalui pemberian uang non tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM).  

"Peserta PKH akan menerima bantuan apabila menyekolahkan anaknya dengan tingkat kehadiran tertentu," ujar Iwan.

Kata Iwan, bantuan ini ada dua macam yaitu PKH tunai dan Rastra yang berupa beras 10 kg per bulan untuk satu orang pemegang kartu.

"Program semacam ini secara internasional dikenal sebagai Program Conditional Cash Transfers atau Program Bantuan Tunai Bersyarat,"tambahnya.

"Namun saya juga tidak paham kenapa banyak sekali kasus seperti ini. Harusnya pendamping dan jajaran lainnya yang terkait hal ini harus peka terhadap tanggungjawabnya, " ujar Iwan. ( Hel )

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama