Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Presiden Jokowi di Kupang Ingatkan, Jangan Gunakan Kampanye Hitam Dalam Pilkada



KUPANG (wartamerdeka) - Demokrasi di Indonesia harus mencerminkan karakter-karakter keindonesiaan, yakni karakter yang penuh kesantunan, tidak saling menjelekkan, dan tidak saling mencela.


Pernyataan ini disampaikan Presiden Joko Widodo kepada para jurnalis usai memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Senin (8 Januari 2018). 

“Karakter-karakter itu yang perlu terus kita tumbuhkan, antar kandidat juga jangan sampai saling mencela, jangan saling menjelekkan. Apalagi memakai black campaign, kampanye hitam harus betul-betul kita hilangkan dari proses-proses demokrasi kita,” ujar Presiden saat menyampaikan pesan terkait pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak yang tahapannya telah dimulai.

Lebih lanjut, Presiden mempersilakan kepada para kandidat untuk bersaing secara sehat agar pilkada berlangsung aman dan damai.

“Silakan adu prestasi, adu rekam jejak, adu track record, adu ide, adu gagasan, adu program, adu rencana-rencana. Saya kira yang dimunculkan harus seperti itu. Sekali lagi demokrasi kita harus mencerminkan karekter kita, karakter bangsa Indonesia yang ramah, sopan, santun, penuh kesantunan, itu,” ucap Kepala Negara.

Terkait salah satu jajarannya di Kabinet Kerja yang ikut dalam pilkada serentak, Presiden belum bersedia memberikan tanggapannya. Hal ini dikarenakan hingga saat ini dirinya masih belum menerima laporan secara resmi.

“Suratnya nanti sampai ke meja saya nanti saya putuskan ya. Belum sampai ke meja saya,” ungkap Presiden.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama