// Ukraina menandatangani pakta pertahanan dengan negara-negara Teluk dalam upaya untuk mendapatkan dukungan finansial. // Indeks saham Nikkei 225 turun lebih dari 2.000 poin (+4%), pada Senin pagi, di tengah kekhawatiran konflik di Iran akan meningkat dan mengganggu pasokan minyak mentah. // Menteri luar negeri dari Pakistan, Turki, Mesir, dan Arab Saudi bertemu di Islamabad, dengan tujuan meredakan perang AS-Israel terhadap Iran. // Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan Amerika Serikat sedang merencanakan serangan darat meskipun dalam upaya diplomatik untuk mengakhiri perang. //

Berita Foto

Wisata

Profil: Anda AH

Menteri Luar Negeri Pakistan mengatakan perundingan antara Iran dan AS akan diadakan dalam waktu dekat.


Namun Iran kembali bersumpah untuk berjuang sampai akhir. Sumpah itu muncul setelah AS mengumumkan akan mengerahkan pasukan respons cepat militernya di wilayah tersebut.

Lanjut...

WMChannel


 

Panglima TNI Ajak Mahasiswa Mengamalkan Nilai-Nilai Universal Pancasila


SOLO (wartamerdeka.info) - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengajak mahasiswa dan mahasiswi Indonesia untuk terus menggali dan mengamalkan nilai-nilai universal Pancasila tanpa ada batas dan sekat suku, agama maupun ras. Sebagai bangsa yang besar, hendaknya senantiasa teguh pada tujuan cita-cita bangsa dan negara Indonesia.
Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., saat memberikan Kuliah Umum di hadapan 800 mahasiswa-mahasiswi dan Civitas Akademika Universitas Sebelas Maret, dengan tema “Pancasila Sebagai Nilai-Nilai Kedaulatan Bangsa Indonesia Dalam Menghadapi Ancaman Global Kekinian”, di Auditorium Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, Jawa Tengah,Selasa (20/3/2018).
Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa Pancasila merupakan nilai-nilai dari kedaulatan bangsa Indonesia, dimana sila-sila didalamnya mencerminkan nilai-nilai kedaulatan bangsa Indonesia dalam berketuhanan, berperikemanusiaan, menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan, berdemokrasi serta hidup berkeadilan sosial. “Nilai-nilai yang terkandung dalam Undang-Undang Dasar 1945 menjadi falsafah dan pandangan hidup bangsa Indonesia,” katanya.
Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, perkembangan dinamika ancaman global yang terjadi belakangan ini, seringkali menjadi batu sandungan bagi terwujudnya cita-cita luhur bangsa Indonesia. “Berbagai fenomena yang cenderung mereduksi atau merusak marwah Pancasila sebagai ideologi Negara, kita seharusnya perlu terus untuk mewaspadai dan mengantisipasi,” ujarnya.
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menegaskan bahwa Pancasila lahir dari kristalisasi nilai-nilai luhur bangsa yang hakiki. “Pancasila berisi kebenaran dan pembuktian bahwa hanya dengan mempedomani dan mengamalkan sila-sila yang didalamnya, eksistensi Indonesia tetap dapat bertahan dari berbagai ancaman,tantangan, hambatan dan gangguan yang selalu mendera,” jelasnya.
Disisi lain kuliah umumnya, Panglima TNI menyampaikan bahwa mahasiswa dan mahasiswi sebagai generasi bangsa Indonesia harus mempunyai mimpi yang tinggi, salah satunya untuk dapat menguasai dunia, seperti yang pernah disampaikan oleh Presiden RI pertama Ir. Soekarno “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya, beri aku 10 Pemuda, niscaya akan kuguncang dunia.”
Untuk itu, para mahasiswa dan mahasiswi harus memiliki karakter, komitmen dan disiplin serta mimpi yang tinggi. “Kuncinya, kalian harus menjadi generasi yang cerdas dan fokusuntuk menyongsong Indonesia Emas tahun 2045,” kata Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.
Panglima TNI menyampaikan bahwa mahasiswa dan mahasiswi UNS harus optimis untuk bisa meraih cita-cita. “Orang yang sukses jangan hanya dilihat dari keberhasilannya, tapi berapa kali dia jatuh dan bangkit kembali. Itu yang disebut dengan komitmen,” ungkapnya.
Menjawab pertanyaan awak media, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjelaskan bahwa pada pesta demokrasi Pemilukada 2018 dan Pemilu 2019, personel jajaran satuan TNI diberikan Buku Saku Netralitas TNI sebanyak 450.000, untuk pegangan prajurit TNI sebagai pedoman di lapangan. “Buku saku tersebut berisi aturan-aturan dan larangan yang tidak boleh dilakukan prajurit TNI. Buku ini sudah saya sahkan. Kalau ada prajurit TNI yang melanggar, akan dikenakan sanksi hukum disiplin militer,” tuturnya.
Terkait pencalonan peserta kepala daerah, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menegaskan bahwa anggota tersebut sudah purnawirawan dan menjadi orang sipil, sehingga tidak ada hubungannya dengan institusi TNI. “Apapun yang diperbuat mereka, tidak mengatasnamakan institusi TNI,mereka murni orang sipil. Namun demikian, hubungan silaturahmi tetap dijaga,” katanya.

Ar/Sumber: Puspen TNI

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama