Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Bawa Sajam, Seorang Pemuda Diamankan Tim Pemburu Preman


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Dalam upaya menekan segala bentuk premanisme maupun kejahatan lainnya, Tim elit pemburu preman besutan Kapolres metro Jakarta barat Kombes pol Hengki Haryadi Sik MH (TPP) ini terus menyisir lokasi rawan kejahatan, Minggu (05/08/18) dini hari.

Alhasil, dua orang pemuda saat berbonceng mengendarai sebuah sepeda motor dimana seorang pemuda saat dilakukan pemeriksaan kedapatan membawa senjata tajam jenis pisau belati.

Pelaku berinisial AR (19 th) merupakan warga karawaci Tangerang Banten. Ia diamankan saat Tim Pemburu Preman melakukan operasi cipta kondisi di kawasan Kalideres Jakarta Barat, yang dipimpin langsung Ipda Ruben George

Ipda Ruben menjelaskan, semula petugas curiga dengan seorang pria dengan mengendarai motor yang kemudian langsung dihentikan.

Saat digeledah petugas menemukan senjata tajam jenis pisau belati.

"Tak hanya itu saja saat dilakukan pemeriksaan kami pun menemukan seplastik minuman jenis anggur merah namun terjatuh saat dilakukan penggeledahan sehingga pecah," ujar Ruben.

Saat diinterogasi pelaku berinisial AR ini  beralasan, pisau tersebut ia bawa untuk menjaga diri karna sering keluar malam

"Apapun alasannya pelaku  AR dan temennya kami amankan ke Mapolsek Kalideres untuk dilakukan proses lebih intensif," ujarnya. (Ar)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama