Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Evakuasi Pasien Patah Tulang Ke RSAD Mataram Melalui Udara


LOMBOK UTARA (wartamerdeka.info) - Pencarian dan Evakuasi korban bencana gempa 7 SR hingga saat ini terus dilakukan. Hari ini dilakukan evakuasi udara terhadap pasien bernama bapak Sodok yang menderita patah tulang leher menuju Rumah Sakit Angkatan Darat (RSAD).

Hal itu dikatakan Danrem 162/Wira Bhakti selaku Komandan Penanganan Darurat Bencana (PDB) Gempa Lombok Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani di Posko PDB, bertempat di lapangan Tioq Tata Tunaq, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, Minggu (12/8/2018).

Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan bahwa evakuasi korban di beberapa titik gempa hingga saat ini berjalan lancar. “Evakuasi korban diarahkan ke Rumkitlap TNI yang berada di Kec. Tanjung dan Kahyangan serta RSUD Tanjung dan RSAD di Mataram, begitu juga KRI dr. Soeharso di pelabuhan Bayan dan KRI Ksatria Erlangga di Pelabuhan Bangsal,” jelasnya.

Sementara itu, Danyonkes 2 Kostrad Letkol Ckm dr. Shohibul Hilmi, Sp.OT menyampaikan bahwa evakuasi dilakukan sesuai dengan rencana. “Kemarin sudah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, Kolonel Ckm A.J. Didi Sp.OT (K) Spine., Kolonel Ckm Edli Warman Sp.OT (K) Spine. dan dr. Drakel, Sp.OT sehingga hari ini dapat kita evakuasi ke RSAD Mataram untuk tindakan operasi,” tuturnya.

“Kondisi pasien saat ini dalam keadaan stabil dan terpasang alat pelindung leher (collalneck), sedangkan operasi direncanakan akan dilakukan di RSAD Mataram yang saat ini tersedia sarana dan tenaga dokter yang lengkap,” ucap Danyonkes 2 Kostrad. (Ar)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama