Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Antisipasi Tawuran Pelajar, Polsek Kebon Jeruk Adakan Rembug Tiga Pilar


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Antisipasi terjadinya tawuran di kalangan pelajar, Polsek Kebon Jeruk Polres Metro Jakarta Barat bersama tiga pilar mengadakan pertemuan bersama Kepala Sekolah dan Guru BP se Kebon Jeruk, yang diadakan di ruang rapat lantai 3  Polsek Kebon Jeruk, Senin (10/09/2018).

Kapolsek Kebon Jeruk Kompol M. Marbun SH MM ketika ditemui mengatakan, Kepolisian bersama tiga pilar melaksanakan Rembug bareng 3 pilar bersama kepala sekolah dan Guru BP se Kebon Jeruk ini bertujuan menekan aksi tawuran yang terjadi di kalangan pelajar yang sudah sangat memprihatinkan.

Pertemuan ini sesuai arahan dari  Kapolres Metro Jakarta Barat  Kombes Pol Hengki Haryadi SIK MH  Agar menyampaikan  masing-masing ke wilayah untuk membuat terobosan dan inovasi bagaimana perkelahian pelajar atau tawuran antar sekolah ini bisa berhenti.

"Tujuannya adalah  antisipasi supaya tidak terjadi lagi tawuran di wilayah masing-masing terutama di kalangan pelajar,"  ucap Marbun.

Masih dikatakan Marbun, dalam hal ini,  Guru dan Orang Tua harus terlibat langsung kepada anaknya agar tawuran ini tidak terjadi lagi. Tawuran antar sekolah tidak menutup kemungkinan adanya peran alumni sekolah yang memprovokasi agar mengikuti aksi tawuran. Mereka (pelajar) kerap mendapati pesan melalui medsos dari para alumni.

"Sekolah harus bisa memotong jaringan antara Alumni dengan siwa agar tidak terjadi informasi yang simpang siur," lanjut Kapolsek Kebon Jeruk.

Kompol Marbun menambahkan, dalam mencegah adanya aksi tawuran antar sekolah, Polri akan membuat spanduk di sekolah-sekolah mengenai pasal dan  ancaman dari tawuran ini.

Masing-masing sekolah pun akan dibuat patroli sekolah yang personilnya dari anak sekolah laki-laki dan perempuan, dimana perekrutannya tidak diketahui satu sama yang lain.

"Kita buat posko-posko anti tawuran anak sekolah," tandasnya. (A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama