Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Bupati Khamami Bagikan 10 Ton Bibit Padi Kepada Petani


MESUJI (wartamerdeka.info) - Bertempat di Balai Desa Tanjung Mas Rejo Kecamatan Mesuji Timur Kabupaten Mesuji,Lampung, Bupati Mesuji Khamami, membagikan bibit padi secara simbolis, kepada masyarakat setempat, Selasa (18/9/2018).

Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Mesuji Rijal Fauzi, Kepala Dinas Pertanian Sro Purwati,PPL, Camat Mesuji Timur Tarbin Putra, Kasubsektor Mesuji Timur Iptu Suldi,Gabungan Kelompok Tani, Ketua Kelompok Tani, serta tokoh masyarakat Kecamatan Mesuji Timur.

Khamami mengatakan, bantuan bibit padi dari pemerintah pusat ada 2 varietas yaitu,Cilamaya Muncul dan INPARI.

Sebanyak 10 ton varietas INPARI yang akan dibagikan kepada petani, untuk lahan seluas 400 hektar dan per hektar sawah mendapatkan 25 kg.

Sedangkan varietas Muncul sebanyak 126,625 ton untuk lahan seluas 5.065 hektar yang terbagi di 16 desa. Serta benih varietas Inbrida 79.

Untuk produksi panen padi dari varietas Cilamaya Muncul, hasilnya boleh langsung digiling atau dijual langsung. Sedangkan jenis INPARI, dianjurkan untuk dilakukan penangkaran terlebih dahulu. Karena bibit INPARI bantuannya sangat terbatas.

Bibit padi jenis INPARI adalah hasil penelitian dari Universitas Sudirman yang berlebel ungu.

"Untuk varietas INPARI, harus dilakukan penangakaran terlebih dahulu. Setelah banyak, masyarakat boleh menjual hasil panennya kemana saja," ujar Khamami. (muslim)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama