Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Gempa Magnitudo 3,1 Mengguncang Jawa Barat


BANDUNG (wartamerdeka.info) - Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 3,1 mengguncang Jawa Barat (7/9/2018) sekitar pukul 07.52 WIB.

Pusat gempa bumi terletak pada koordinat 7.19 LS – 107.79 BT, tepatnya di darat pada jarak 19 kilometer Tenggara Kabupaten Bandung Jawa Barat pada kedalaman 4 kilometer.

"Laporan dari masyarakat, gempa dirasakan di Majalaya Kabupaten Bandung dan Kamojang Kabupaten Garut I SIG-BMKG (II MMI)," ujar Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah II Tangerang, Joko Siswanto, dalam rilisnya, hari ini.

Joko menjelaskan, hingga kini pihaknya belum mendapatkan laporan adanya kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut.

"Ditinjau dari lokasi dan kedalaman hiposenternya, tampak bahwa gempa bumi yang terjadi merupakan gempa bumi dangkal akibat sesar lokal di wilayah tersebut," bebernya.

Berdasarkan hasil monitoring BMKG, belum ada aktivitas gempa bumi susulan. Masyarakat diimbau tetap tenang dan terus mengikuti informasi dari BMKG.

"BMKG akan terus memantau perkembangan gempa tersebut. Khusus masyarakat yang berada dekat dengan pusat gempa dan merasakan guncangan gempa, diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," jelasnya.(agus)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama