Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Ono Surono Gelorakan Kader Partai Terapkan Gotong Royong Sebagai Inti Pancasila


INDRAMAYU (wartamerdeka.info) - Anggota DPR RI, Ono Surono mengintruksikan kepada kader PDI Perjuangan agar menghidupkan kembali sikap gotong royong ke masyarakat. Pasalnya inti ajaran dari Pancasila adalah terangkum dalam eka sila yakni gotong royong.

"Pancasila dapat disimpulkan menjadi tri sila yakni, sosio nasionalisme, sosio demokrasi, dan ketuhanan Yang Maha Esa. Kemudian dikerucutkan lagi menjadi eka sila yang menjadi inti Pancasila yaitu Gotong Royong," tutur Ono Surono dalam acara sosialisasi 4 pilar kebangsaan di kantor DPC PDI Perjuangan kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Minggu (9/9/2018).

Ono menjelaskan, sikap gotong royong yang dulu sering dilakukan, saat ini harus lebih dikembangkan lagi dalam menyelesaikan setiap permasalahan di masyarakat.

Termasuk, lanjut Ono, terkait isu soal upaya adanya kelompok yang ingin mengganti ideologi Pancasila dengan negara Islam, sangat bertentangan dengan cita-cita para pendiri bangsa yang memang juga muslim tapi lebih berparadigma kebangsaan.

"Mana negara Islam yang sangat berhasil? Malah banyak yang perang. Terus kalau ada kelompok yang ingin Indonesia menjadi negara khilafah, mau dibentuk negara Islam yang bagaimana? NKRI yang paling ideal untuk Indonesia yang multi suku, ras, bahasa dan agama," jelasnya.

Sehingga, Ono menghimbau kepada para kader agar menyampaikan ke masyarakat untuk saling bergotong royong dalam menghalau kelompok yang menghendaki pergantian ideologi bangsa, termasuk adanya kesenjangan ekonomi dan kebijakan para pemimpin yang tidak pro rakyat.

"Sikap gotong royong lah harus terus dipupuk di semua sektor, baik ekonomi budaya politik maupun masalah sosial lainnya,"pungkasnya. (Eko)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama