Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Buka Rakernas LDII, Presiden Jokowi Ingatkan Cara-cara Politik Kotor Harus Dihentikan

Presiden Jokowi menghadiri pembukaan Rakernas LDII, di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (10/10) siang. (Foto: Rahmat/Humas Setkab)
JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati saat memasuki tahun politik seperti saat ini. Hal ini karena banyak kabar bohong (hoax), banyak fitnah, saling mencela, dan saling menjelekkan.

“Ini bukan tata krama Indonesia, ini bukan nilai-nilai Islami yang kita miliki, ini bukan nilai-nilai etika yang kita miliki,” kata Presiden Jokowi saat membuka Rapat Kerja Nasional Lembaga Dakwah Islam Indonesia (Rakernas LDII), di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (10/10) siang.

Kepala Negara mengajak semua masyarakat agar jangan terjebak kepada hal-hal politik praktis yang menyebabkan kita terpecah-pecah.

“Dalam kontestasi politik itu yang diadu adalah adu program, adu gagasan, adu ide. Lihat kandidatnya, prestasinya apa, rekam jejaknya seperti apa,” tutur Kepala Negara.

Untuk itu, Presiden Jokowi meminta agar jangan sampai ada isu-isu sedikit di media sosial (medsos) langsung ‘dimakan’. “Berbahaya sekali,” tegasnya.

Presiden mengapresiasi tema yang diambil pada Rakernas kali ini, LDII untuk Bangsa. “Betul. Benar,” tukasnya.

Jangan sampai, lanjut Presiden Jokowi, kalau sudah mendekati Pemilihan Presiden (Pilpres) fitnah, kabar bohong (hoax) menjadi-jadi seperti ini. “Mau jadi apa bangsa kita? Cara-cara politik kotor harus dihentikan. Tidak bisa kita terus menerus seperti ini,” ucap Presiden Jokowi seraya mempertanyakan, etika kita ada di mana? Tata krama kita ada di mana?

Presiden berharap Rakernas LDII kali ini bisa memberikan rekomendasi-rekomendasi kepada pemerintah, apa yang harus dilakukan, apa yang harus direncanakan dan harus dikerjakan untuk menatap Indonesia maju ke depan.

Tampak mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki. (R)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama