Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Satgas Gakkum TNI/Polri Kontak Tembak Dengan Kelompok Goliat Tabuni Di Tingginambut

Barang bukti yang berhasil disita dari markas KKSB kelompok Goliat Tabuni (GT)

JAYAPURA (wartamerdeka.info)  -
Pagi buta di Distrik Tingginambut Pucak Jaya Papua, sebagaimana biasanya Satuan Tugas Penegakkan Hukum (Satgasgakkum) gabungan TNI/Polri melaksanakan Patroli rutin dalam rangka penegakkan hukum di wilayah Papua terhadap Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) yang selama ini telah melakukan perbuatan melanggar hukum di wilayah kedaulatan NKRI khususnya di wilayah pegunungan Papua.

Sekitar pukul 06.45 WIB,  tadi pagi,  di Kp. Gubuleme, Distrik Tingginambut Kab. Puncakjaya Papua, Tim Patroli Satgasgakkum TNI kekuatan 20 orang dipimpin oleh Lettu Inf Angga melihat bendera Bintang Kejora di atas ketinggian. Setelah didekati ternyata tempat tersebut merupakan Markas KKSB kelompok Goliat Tabuni (GT) dengan pasukannya sekitar 50 orang bersenjata campuran.

Selanjutnya pasukan TNI memberikan peringatan dan ultimatum agar KKSB tersebut menyerah namun tidak diindahkan, justru mereka melancarkan tembakan ke arah pasukan TNI sehingga terjadi kontak tembak yang tidak dapat dihindarkan. 

Belum bisa dipastikan senjata mereka ada berapa pucuk jumlahnya karena pandangan terhalang oleh semak-semak, namun mereka melancarkan tembakan cukup gencar.

Kapendam XVII/Cenderawasi Kolonel Inf Muhammad Aidi saat dihubungi via telpon selularnya,  malam ini, menjelaskan, kontak tembak berlangsung sekitar 30 menit. 

KKSB pimpinan GT akhirnya terdesak dan melarikan diri ke balik ketinggian masuk ke hutan lebat, Satuan TNI melaksanakan pengejaran dan berhasil menguasai Markas GT.

"Saat dilaksanakan pembersihan ditemukan 1 orang anggota KKSB tewas ditempat dan beberapa barang bukti antara lain:  1 pucuk senjata laras panjang jenis Lee-Enfield ( LE ) buatan Ingris, 2 buah kamera digital, sejumlah Dokumen TPN/OPM, 1 Pucuk Pistol Revolver, puluhan butir munisi berbagai kaliber, 1 Senapan angin, 2 unit Alat komunikasi ( Handphone ), Rangkaian munisi Senapan Otomatis (SO) 2 unit Laptop, dan bendera bintang kejara," beber Kapendam.

Ditegaskannya, patroli dalam rangka penegakan hukum akan terus dilakukan dengan membagi sektor untuk masing-masing tim, tentunya dengan koordinasi yang ketat. Tim Polri punya sektor gerakan sendiri demikian pula TNI, dan masing-masing Tim saling mendukung dan saling tukar informasi, kebetulan pagi ini yang kontak dengan KKSB adalah Tim dari TNI.

Korban yang tewas sampai saat ini belum bisa diidentifikasi dan belum bisa dievakuasi. Medan sangat berat terdiri dari pegunungan dan jurang yang curam, sementara pemukiman penduduk terdekat dari TKP sekitar 1 s.d. 2 kilo meter melintasi jurang.

"Dan sampai saat ini kami mendapat laporan bahwa pasukan masih terus mendapatkan gangguan dari pihak KKSB. Anggota masih bertahan di bekas markas GT," ujar Kolonel Inf M Aidi.

TNI/Polri terus menghimbau kepada KKSB agar segera menyerahkan diri beserta senjatanya, Peluang tersebut selalu terbuka seluas-luasnya, bila mereka dengan kesadaran menyerahkan diri berikut senjatanya kami akan jamin keamanan dan keselamatannya.

"Kontak tembak adalah pilihan terakhir dan selalu kami hindari. Namun demikian demi kewibawaan hukum dan kedaulatan NKRI tentunya kami akan bertindak tegas bila mereka tetap keras kepala," demikian Kapendam Cendrawasi menegaskan.(Ar)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama