Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

TNI Gelar Lomba Menggambar Bagi Anak-Anak Pengungsi Sulteng


PALU   (wartamerdeka.info) -  Prajurit TNI dari Batalyon Infanteri Raider 700/Wira Yudha Cakti (WYC) Kodam XIV/Hasanuddin dipimpin Lettu Inf Sahang dan Batalyon Infanteri Para Raider 432/Waspada Setia Jaya (Yonif Para Raider 432/WSJ) Divisi 3/Kostrad dipimpin Kapten Inf Nur Cahyo, menggelar lomba menggambar bagi anak-anak pengungsi di Sulawesi Tengah (Sulteng).

Sekitar 100 lebih anak-anak pengungsi korban bencana gempa bumi dan tsunami, tampak antusias mengikuti lomba mewarnai gambar di Posko Pengungsian Gawalise, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Palu Barat, Sulawesi Tengah, Selasa (23/10/2018).

Lomba menggambar digelar oleh prajurit TNI yang tergabung dalam Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad), sebagai salah satu upaya trauma healing untuk anak-anak pasca gempa di Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Kabupaten Sigi, Sulteng.

Lomba mewarnai gambar yang dilakukan oleh ratusan anak-anak pengungsi tersebut, sekaligus mengedukasi mereka dengan kebersihan lingkungan. Walaupun dalam keadaan darurat, anak-anak tampak antusias mengikuti lomba yang digelar oleh TNI di Posko Pengungsian Gawalise.

Dengan kegiatan tersebut, semoga anak-anak pengungsi kembali ceria dan rasa traumanya mulai hilang. Selain itu, TNI juga menggelar lomba kebersihan antar kemah pengungsi. Lomba ini dilakukan untuk mengedukasi para pengungsi, agar mereka termotivasi hidup bersih meskipun dalam keadaan darurat, sehingga terbebas dari berbagai penyakit.(R)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama