Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Antisipasi Bencana Banjir dan Tanggul Jebol, Wabup Supendi Pimpin Susur Sungai Cimanuk


INDRAMAYU (wartamerdeka.info)  - Antisipasi bencana banjir karena tanggul longsor dan jebol, Wakil Bupati Indramayu, Supendi turun tangan tinjau daerah aliran sungai Cimanuk, Rabu (21/11/18).

Susur sungai cimanuk berlangsung dari tanggul Desa Rambatan Kulon hingga Waledan Desa Lamarantarung.

Dalam Susur sungai cimanuk ini ditemukan sejumlah titik yang rawan banjir dan longsor.

Wakil Bupati Indramayu, Supendi mengatakan dimusim hujan sungai cimanuk debit airnya pasti meningkat dan akhirnya bobol.

Ia menuturkan untuk mencegah hal tersebut pihaknya akan koordinasi dengan BBWS Cimanuk Cisanggarung.

"Karena ini adalah kewenangan dari Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung untuk penanganannya," ujarnya.

Dia berharap nanti ada langkah kongkrit dari pihak BBWS.

"Dengan catatan kalaupun tidak ditangani secara utuh, kita akan berupaya menanggulangi jangan sampai bobol," paparnya.

Dikatakan Supendi, idealnya tanggul-tanggul yang ada disungai Cimanuk ini sepanjang yang melintas di Indramayu ini diperbaiki secara utuh keseluruhan.

"Karena tanggul-tanggul ini dibuat dari puluhan tahun yang lalu, ini adalah penangannanya sifatnya darurat (Emergency) saja. Ada tanggul kritis penanganannya sementara," ungkapnya.

Ia menuturkan sedangkan setiap tahun kondisi airnya luar biasa sangat besar ini ancaman bagi masyarakat Indramayu. Sedangkan kewenangan bukan ada pada pemerintah daerah.

"Kita juga nanti bisa menssuport apa saja yang nanti dalam kewenangan kita dan apa saja kewenangan BBWS silahkan dilaksanakan dan kita siap suport dari pemerintah daerah," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Indramayu Edy Kusdiana mengatakan tanggul sungai cimanuk yang harus mendapatkan perhatian ekstra yakni sepanjang aliran sungai dari bangkir hingga waledan.

Dikatannya, kondisi tersebut pun juga disampaikan saat rakor siaga dengan pemprov jabar beberapa hari lalu.

“Terdapat 7 titik tanggul yang masih kritis,” tutupnya.

Turut mendampingi dalam susur cimanuk, Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkorpimda) Indramayu.  (Eko)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama