Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Bakamla SPKKL Karangasem Ajak Warga Bersihkan Pantai Ujung


KARANGASEM (wartamerdeka.info) - Bina Kreasi Maritim Bakamla di Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) Bali diwujudkan dengan mengajak masyarakat maritim di wilayah Perairan Pantai Ujung, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali, untuk melaksanakan pembersihan di lingkungan Pantai Ujung. Hal ini guna mewujudkan pantai dan laut di lingkungan Karangasem yang bersih dari sampah.

Kegiatan bersih-bersih pantai di mulai sejak Selasa (13/11) sore, dengan wilayah pembersihan dilakukan di sepanjang Pantai Ujung sampai dengan pantai perbatasan Desa Seraya Barat dengan Desa Tumbu. Kegiatan ini melibatkan seluruh personel SPKKL Bali bersama 30 (tiga puluh) warga masyarakat maritim setempat. Selain untuk menciptakan lingkungan pantai dan laut yang bersih dan sehat sehingga dapat berguna untuk seluruh masyarakat juga untuk meningkatkan jalinan silahturahmi antarpersonel SPKKL Bali dengan warga masyarakat maritim setempat.

Kadek Lis Martiaveni, salah satu personel SPKKL Bali menghimbau masyarakat agar kedepannya dapat mengurangi dan bahkan menghentikan penggunaan wadah plastik dalam berbagai kebutuhan. Himbauan tersebut disampaikan setelah ditemukan banyaknya sampah plastik dalam kegiatan tersebut. Selain itu sampah plastik merupakan sampah yang sulit untuk dimusnahkan, katanya pula.

Kegiatan selesai menjelang petang, sampah organik dikumpulkan di lokasi pembersihan dan langsung dibakar sedangkan sampah non-organik dikumpulkan untuk kemudian dibuang ke TPA. Semangat dan antusiasme masyarakat yang sangat tinggi memungkinkan kegiatan pembersihan pantai berjalan lancar dan dapat terselesaikan dengan baik. (AR / Sumber: Humas Bakamla RI) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama