Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Baru Sebulan Lebih Sudah Retak, Proyek Pengecoran Jalan Utama di Perum Permata Dapat Sorotan


BEKASI (wartamerdeka.info) – Proyek Pengecoran Jalan Utama di perumahan Permata 1 RW 19 Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur  Kota Bekasi, di bawah Dinas Bina Marga Dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi mendapat sorotan masyarakat.

Pasalnya baru dikerjakan satu bulan lebih kondisinya sudah retak-retak seperti habis terlanda gempa bumi.

Proyek betonisasi yang dikerjakan oleh CV Dewi Cahaya Gemilang itu menelan  anggaran sebesar Rp257.876.470 dari APBD Kota Bekasi 2018, dan didapat melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).

Pantauan di lapangan, sejumlah titik beton jalan tersebut sudah nampak terlihat mengalami retak-retak.

Sementara itu Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Roy, saat dimintai tanggapannya terkait pekerjaan yang baru sebulan dikerjakan sudah retak retak enggan memberikan keterangannya.

“Saya tidak bisa kasih tanggapan dulu bang, karena belum ada serah terima berkas dari pihak kontraktor yang meengerjakannya Bang ,” katanya.

Di tempat terpisah Ketua Komunitas Peduli Bekasi (KPB) Yanto Purnomo menilai ini jelas kinerja konsultan serta pengawas Dinas terkait tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Dan sangat disayangkan, kejadian ini dilakukan terus  berulang kali dari taun ke tahun dan akibatnya banyak pembangunan proyek jalan di Kota Bekasi yang kurang maksimal dari segi mutu maupun kualitasnya,” ujar Yanto.

“Namun lebih anehnya lagi kejadian seperti itu merupakan hal yang biasa dan selalu saja dibiarkan oleh para pengawas dan konsultan , dan PPTK dari DBMSDA Kota Bekasi yang tahu hal tersebut terkesan tutup mata,” jelasnya.

“Seharusnya pihak DBMSDA Kota Bekasi menindak tegas oknum kontraktor yang tidak bekerja dengan baik. Bila perlu Blacklist CV oknum kontraktor yang bekerja buruk,” tambahnya.

“Supaya ada efek jera bagi kontraktor lain agar ketika melakukan pelaksanakan pekerjaannya dengan baik  sehingga diakhir pekerjaannya tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari,” tegasnya.(Pandi)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama