Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

FPII Minta Polisi Tangkap dan Ungkap motif Pembunuhan Terhadap Wartawan Dufi


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Dunia Wartawan kembali berduka dengan ditemukannya sosok mayat dalam drum plastik di Klapanunggal Bogor Jawa Barat pada Minggu pagi (18/11/2018).

Forum Pers Independent Indonesia (FPII) dalam siaran persnya, Senin (19/11/2018) mengutuk keras pembunuhan tersebut dan meminta polisi segera menangkap dan mengungkap motif pelaku melakukan pembunuhan tersebut.

Mayat Almarhum Dufi yang belakangan diketahui merupakan Seorang Wartawan Senior pertama sekali ditemui oleh seorang pemulung pada minggu pagi sekitar pkl. 06.00 WIB dalam keadaan dimasukkan ke dalam drum plastik berwarna biru.

"Ini sungguh sangat biadab dan FPII minta Polisi harus segera menangkap pelakunya dan mengungkap motif pembunuhannya ,"ujar Ketua Presidium FPII Kasihhati saat ditemui dikantornya baru baru ini.

Kasihhati juga sangat menyesalkan apabila pembunuhan tersebut dilakukan karena terkait pemberitaan.

Hal ini sangat bertentangan dengan semangat kebebasan pers.

"Kan ada hak jawab masyarakat bila tidak berkenan dengan hasil karya jurnalistik dari Wartawan,"jelas Kasihhati lagi

Kasihhati juga menegaskan  FPII dan Sekber Pers Indonesia akan mengawal dan memonitor kasus ini sampai tuntas.

Perlu diketahui, Dufi atau Abdullah Fithri Setiawan (43) alumni Kampus IISIP Jakarta, angkatan 1993.

Korban juga pernah menjadi wartawan di sejumlah media nasional.

Jenazah korban pertama kali ditemukan pemulung berinisial SA (56), yang tengah melintas dan mencari barang bekas pada pukul 06.00 WIB, Minggu 18 November 2018.

Sebelumnya, Kapolsek Klapanunggal AKP Bimantoro Kurniawan mengatakan, mayat di dalam drum tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang pemulung yang tengah melintas di Kawasan Industri Kambang Kuning, sekitar pukul 06:30 WIB.

"Saksi (pemulung) mengira bahwa drum plastik berisikan sampah. Namun setelah dibuka di dalamnya ada mayat laki-laki. Langsung teriak minta tolong ke warga," jelas Bimantoro, Minggu 18 November 2018. Pria yang biasa dikenal Dufi ini juga merupakan alumni Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 13 Jakarta,lulusan 1992.

Terakhir Dufi diketahui bekerja sebagai tenaga pemasaran (marketing) di televisi milik ormas Islam Muhammadiyah (TVMu).

Saat ini korban meninggalkan enam anak yang masih kecil-kecil dan satu orang istri. Kini, korban telah dimakamkan di TPU Budi Dharma, Semper, Jakarta Utara.(Pandi/Fatah)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama