Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

TPID Kabupaten Cilacap Gelar Rakor High Level Marketing


CILACAP  (wartamerdeka.info) - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Cilacap menggelar Rapat Koordinasi High Level Meeting, di Ruang Gandri Pendopo Wijayakusuma Cilacap, Rabu (14/11/2018). Rakor dipimpin Sekda Cilacap Drs. Farid Maruf, didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Dian Setyabudi.

Hadir pula Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan (KPw) Purwokerto, Agus Chusaini, Kepala Bulog Sub Divre IV Banyumas, Sony Supriyadi, Kepala DPC Hiswana Migas Banyumas, Kepala BPS Cilacap Toto Desanto, serta sejumlah undangan lain.

Kepala BI KPw Purwokerto, Agus Chusaini menjelaskan, Kabupaten Cilacap mengalami inflasi tertinggi di Provinsi Jawa Tengah, sebesar 0,41 % pada Oktober 2018. Sedangkan indeks harga konsumen (IHK) year on year sebesar 3,43 %.

“Angka ini sebenarnya masih dalam range kita, jadi masih dalam target, yaitu 3,5. Kalau kita lihat data selama 3 tahun terkahir, ada kecenderungan di November dan Desember terdapat kenaikan harga cukup tinggi,” kata Agus.

Menurut dia, hal ini semestinya menjadi perhatian TPID Kabupaten Cilacap, agar kedepan kenaikan harga selama periode ini tetap terkendali. Sementara itu Kepala BPS Kabupaten Cilacap Toto Desanto menjelaskan, ada 5 komoditas yang memberi andil inflasi cukup tinggi.

“Yakni cabai merah sebesar 0,08 %, beras 0,08 %, premium 0,06 %, semen 0,04 %, dan cabai rawit 0,03 %. Dari angka 0,41 %, kelima komoditas itu berkontribusi terhadap inflasi sebesar 0,28 %”, kata Toto.

Sementara itu, untuk menyambut Hari Raya Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, Sekda Cilacap Drs. Farid Maruf memastikan ketersediaan dan harga kebutuhan pokok masyarakat cukup terkendali. Apabila ada kenaikan pada salah satu komoditas, menurut dia cukup wajar mengingat permintaan yang meningkat.

“Kami berencana akan membuka Toko TPID. Terinspirasi dari Toko Tani Indonesia, untuk tahap awal akan mengakomodir komoditas beras. Harapannya upaya ini dapat menekan inflasi dan menjaga stabilitas harga jual,” kata Sekda.(gus/Diskominfo)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama