Catatan lepas, Syamsu Marlin
Ada yang berbeda pada peringatan Hari Anak Nasional 2026 di lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Di balik desain sederhana yang dipublikasikan Dharma Wanita Persatuan (DWP) KESDM, tersimpan sebuah cerita yang bermula dari Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.
Sosok Ny. Sri Suparni Bahlil, Penasehat DWP Kementerian ESDM sekaligus istri Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, tampak tersenyum sembari menggendong seorang balita, Alesha Ghaniya Sasnita yang masih berumur satu tahun lebih.
Pada pleyer lainnya, ia berdiri bersama Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari di tengah puluhan anak dengan wajah-wajah penuh harapan. Kedua potret itu bukan hasil sesi pemotretan khusus, melainkan dokumentasi saat kunjungan kerja beliau di Kabupaten Barru beberapa waktu lalu.
Momen yang awalnya hanya menjadi bagian dari agenda kerja itu kini menjelma menjadi simbol nasional tentang kasih sayang kepada anak.
Di Barru, kehangatan itu masih membekas. Ny. Sri Suparni tidak hanya hadir menjalankan rangkaian kegiatan resmi, tetapi juga menyempatkan diri menyapa anak-anak, berinteraksi dengan keluarga, hingga menggendong seorang balita.
Sebuah gestur sederhana, namun sarat makna.
Bagi Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., dipilihnya dokumentasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Barru.
"Kami merasa bangga dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada DWP Kementerian ESDM yang menjadikan momen kunjungan kerja di Barru sebagai bagian dari pleyer Hari Anak Nasional. Ini bukan sekadar foto, tetapi sebuah pesan bahwa kasih sayang kepada anak adalah fondasi utama dalam membangun masa depan bangsa," ujar Andi Ina melalui pesan singkatnya.
Menurut Andi Ina, yang juga Ibu dua anak ini, tidak semua momen mampu meninggalkan jejak. Namun, kehangatan yang tercipta antara Ny. Sri Suparni dan anak-anak Barru ternyata mampu berbicara lebih lantang daripada kata-kata. Pelukan kepada seorang balita dan senyum yang dibagikan kepada anak-anak menjadi bahasa universal tentang kepedulian.
Bupati Andi Ina menilai, dipilihnya foto tersebut juga menjadi pengakuan bahwa Barru pernah menjadi saksi lahirnya momen kemanusiaan yang kini menginspirasi peringatan Hari Anak Nasional di tingkat kementerian.
"Anak-anak adalah investasi terbesar bangsa. Karena itu, setiap bentuk perhatian, kasih sayang, dan perlindungan kepada mereka harus terus kita jaga. Semoga semangat yang tergambar dalam pleyer ini menginspirasi semua pihak untuk menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan penuh cinta bagi setiap anak Indonesia," tuturnya.
Di balik sebuah desain peringatan Hari Anak Nasional, tersimpan cerita dari sebuah daerah yang mungkin tak banyak diketahui orang. Cerita tentang Barru, Bumi Colliq PujiE, tentang seorang balita yang digendong penuh kasih, tentang anak-anak yang menyambut dengan tawa, dan tentang sebuah momen yang akhirnya melintasi batas ruang dan waktu.
Dari Barru, sebuah pelukan sederhana kini menjadi wajah Hari Anak Nasional Kementerian ESDM, mengingatkan bahwa setiap anak berhak tumbuh dengan cinta, perlindungan, dan harapan menuju Indonesia yang lebih baik.(*)

