// Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. // China sejauh ini telah berhasil melewati krisis minyak bersejarah. Namun, saat Xi bersiap bertemu Trump, biaya mulai meningkat. // Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik komentar Trump tentang Paus Leo XIV //

Pineapple

Jepang memperingatkan potensi gempa dahsyat setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda.


Para pejabat Jepang telah mengeluarkan peringatan setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda wilayah timur laut negara itu pada tanggal 20 April. Mereka memperingatkan bahwa gempa dahsyat dapat terjadi dalam seminggu ke depan dan menyerukan agar masyarakat tetap bersiap menghadapi peristiwa seismik besar lainnya.

Jembatan Kali Genteng Di Pekalongan Ambruk, TNI - Polri Amankan Lokasi


PEKALONGAN (wartamerdeka.info) - Jembatan Kali Genteng yang menghubungkan Desa Bojongkoneng dan Kandangserang putus, kabupaten Pekalongan, Selasa (12/12/2018).

Putusnya jembatan dikarenakan derasnya air sungai Kali Genteng yang menggerus pondasi jembatan. Ambruknya jembatan yang dibangun tahun 1970 dan mempunyai panjang 55 meter tersebut mengakibatkan akses kedua desa terputus, dan sementara warga harus menlingkar melewati Kecamatan Kajen jika ingin menuju ke Pemalang.

Dijelaskan Danramil Kandangserang Lettu Inf Jumatno, jembatan rubuh sekitar pukul 17.15 WIB, walaupun tidak ada korban jiwa, namun akses warga terputus.

"Pondasi jembatan tidak kuat saat digerus derasnya aliran sungai, yang mengakibatkan jembatan tersebut putus. Saat ini jalur penghubung Desa Bojongkoneng ke Kandangserang tidak bisa di lalui warga," jelasnya.

Pihaknya menambahkan, Polsek Kandangserang membantu mengamankan area sekitar jembatan dengan memasang garis pembatas.
 
"Untuk sementara kerugian materi belum bisa diprediksi, dan masih ditindaklanjuti oleh BPBD dan Pemkab Pekalongan," katanya. (Gus)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama