Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

RT se-Kel. Brondong Urunan Bangun Pagar Makam

Ketua LPM kel. Brondong, H. Cholif Ridwan
LAMONGAN  (wartamerdeka.info)  -  Karena pemkab dinilai tak menaruh perhatian terhadap pembangunan di wilayah kelurahan sehingga untuk memenuhi kebutuhan kenyamanan masyarakat, Ketua RT se-kelurahan Brondong,kec.Brondong,pemkab Lamongan rela urunan agar bisa  membangun pagar pembatas makam yang berlokasi di tengah hunian warga setempat. Pagar pembatas Makam dengan jalan desa tersebut sudah lama rusak dan tak ada perhatian sama sekali.

"Apalagi setelah dilakukan penggalian pembangunan saluran air, tidak malah baik, tapi kerusakan semakin kelihatan, banyak nisan yang sampai jebol, gara-gara digali. Anehnya, pembangunan saluran yang dibiayai APBD melalui dinas perkim pemkab setempat itu, selesai membangun saluran, sudah dibiarkan saja," kata salah seorang warga.

Informasi yang dihimpun wartamerdeka.info menyebut, karena perhatian pemkab minim sehingga dilakukan penggalangan dana urunan, yakni memangkas sejumlah nominal tertentu dari dana RT yang rencananya untuk pembangunan pagar Makam.

Ketua LPM kel. Brondong, H. Cholif Ridwan dikonfirmasi terkait pemotongan tersebut tak membantah.

"Gak tahu persis, tapi kalau untuk pagar kesepakatannya Rp 2 juta," katanya melalui saluran WA.

Sejumlah Ketua  RT dihubungi ada yang terang-terangan menyebut pemotongan tersebut besaranya hingga Rp. 3, 5 juta, sementara banyak yang malu malu menyebut. Meski demikian, banyak RT tidak menyangkal.

"Tapi dana untuk RT saya masih utuh," ujar salah seorang RT di wilayah RW 7 kel. Brondong.

Kepala Inspektorat pemkab Lamongan, Agus Suyanto dikonfirmasi hp nya belum aktif. (Masyikar)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama