// KTT ASEAN tetap berlangsung pada Mei, tetapi dipersingkat menjadi program 'minimalis' karena konflik Timur Tengah // Teheran menolak proposal 15 poin AS untuk mengakhiri pertempuran karena dianggap tidak adil. // Pemerintah Malaysia rencana mengurangi jumlah pekerja asing untuk mendorong perekrutan tenaga kerja lokal dan meningkatkan pendapatan. // Tiga juta warga Iran dan sekitar satu juta warga Lebanon terpaksa meninggalkan rumah mereka karena serangan AS-Israel.//

Berita Foto

Lintas Berita

Wanita Jepang Dibunuh Mantan Pacar

Seorang pegawai toko wanita meninggal dunia setelah ditikam di sebuah kompleks komersial di distrik Ikebukuro, Tokyo, oleh seorang pria yang kemudian menikam dirinya sendiri hingga tewas. Polisi mengatakan pria tersebut adalah mantan pacar korban.
Sekitar pukul 19.20 pada hari Kamis, polisi diberitahu bahwa seorang pria bertindak kasar di dalam Sunshine City, sebuah kompleks multifungsi.
Petugas polisi mengatakan wanita itu diserang di toko Pokemon Center Mega Tokyo di lantai dua gedung tersebut. Korban yang tidak sadarkan diri dilarikan ke rumah sakit, di mana ia kemudian dinyatakan meninggal dunia.
Petugas polisi telah mengkonfirmasi bahwa korban adalah Harukawa Moe, 21 tahun, dari Kota Hachioji, Tokyo barat dan pelakunya Hirokawa Taiki, 26 tahun, mantan pacarnya.(NHKWord-Japan)

Tinggi, Antusiasme Peserta Khitanan Masal di JIC


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Khitanan masal yang dilaksanakan oleh Yayasan Tahfizd Sulaimaniyah bekerja sama dengan Jakarta Islamic Centre berjalan lancar. Antusias peserta sangat tinggi. Pada hari pertama terdaftar 620 anak. Demikian penjelasan Muhammad Taufiq ketua panitia dan penanggung jawab  khitanan masal ditemui di sela_sela acara khitanan masal di JIC (26/12/2018).

"Peserta terbanyak memang dari kawasan sekitar Jakarta Islamic Centre Koja Jakarta Utara tapi banyak juga yang berasal dari Bekasi, Tangerang dan Depok," jelas Taufiq.

Taufiq menjelaskan bahwa dokter dan para medis yang melaksankan khitanan masal berasal dari Turki di mana yayasan Sulaimaniyah berasal. Ada enam orang dokter yang bertugas. Mereka sudah berpengalaman mengadakan khitanan masal di berbagai negara seperti Filipina dan Afrika.

"Ada peserta yang berusia 37 tahun. Dia mengikuti khitan karena mualaf.  Ada Juga beberapa peserta non muslim yang menjadi peserta. Khitanan masal ini memang untuk umum tidak hanya untuk orang tidak mampu dan tidak juga hanya untuk kaum muslimin," imbuh Taufiq.

Taufiq juga menghimbau bagi warga yang siap untuk dikhitan dipersilahkan untuk mendaftarkan diri melalui WA 081807584140 masih ada waktu dua hari lagi Kamis tanggal 27 dan Jumat tanggal 28 Desember 2018.

"Anak_anak kelihatannya riang gembira dengan diantar orang tua mereka masing_masing datang ke Islamic. Ketika datang langsung dikasih es krim Turki. Selain itu mereka mendapat uang saku, kaos, songkok, sarung dan sertifikat khitan dari yayasan," tambah Taufiq.

Lebih lanjut Kepala Sekretariat Jakarta Islamic Centre Ahmad Juhandi menjelaskan "Jakarta Islamic Centre memfasilitasi kegiatan khitanan masal yang diselenggarakan Yayasan Tahfizd Sulaimaniyah. Semua daya kita kerahkan demi suksesnya khitanan masal ini."

Lia ibu dari Rafi Akbar yang menjadi peserta khitanan masal warga Koja mengatakan " Saya dapat informasi dari WA pak. Kebetulan anak saya mau dikhitan. ya udah saya daftarin. Saya bersyukur anak saya dikhitan dengan peralatan canggih dan gratis. lumayan biaya khitan untuk syukuran."

Ustazd Maarif Fuadi dari Badan Manajemen Jakarta Islamic Centre menghimbau agar warga lainnya bisa bergabung pada hari kedua dan ketiga, sebab kuota khitanan massal masih tersedia, dibuka untuk umum, tidak hanya untuk warga yang tidak mampu, anak yang siap dikhitan bisa bergabung di kegiatan khitanan massal ini.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama