// Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik komentar Trump tentang Paus Leo XIV // Atletico Madrid meraih kemenangan 2-0 atas Barcelona, setelah Cubarsi (Barcelona) diusir dari lapangan Camp Nou. // Perselisihan minyak Libya mencerminkan krisis Hormuz, memicu kekhawatiran energi Eropa // Perusahaan satelit AS Planet Labs mengumumkan pemblokiran siaran gambar perang di Iran, atas permintaan pemerintah AS. // Kapal yang Terkait dengan Jepang Melewati Selat Hormuz //

Berita Foto

Pembicaraan Israel-Lebanon akan dimulai pukul 11 ​​pagi di Washington, DC


Duta Besar Lebanon Nada Hamadeh dan Duta Besar Israel Yechiel Leiter dijadwalkan bertemu di Washington, DC, pukul 11 ​​pagi waktu setempat (15:00 GMT) untuk memulai pembicaraan langsung yang jarang terjadi, menurut jadwal yang diterbitkan oleh Departemen Luar Negeri AS.

Lanjut...

Awas, Waspadai Kredit Online! Inilah Pengakuan Para Korbannya


TASIKMALAYA  (wartamerdeka.info) -  Hati-hati dengan penawaran Kredit Tanpa Anggunan (KTA) berbasis online alias Kredit Online. Karena di balik bisnis pinjaman online ini,  diindikasikan ada unsur pemerasan. 

Ini karena kredit online ini bunganya terhitung  tinggi,sekitar  3,4% / hari, atau 102% per bulan dengan tenor 7 hari, 14 hari, 21 hari sampai 30 hari.

"Caranya,  calon nasabah harus punya aplikasinya dulu dengan cara mendownload di Play Stote,  lalu mengisi formulir yang sudah disiapkan   dilengkapi dengan foto identitas, video pernyataan perjanjian, "ujar Ahmad,  seorang warga Kota Tasikmalaya yang mengaku telah menjadi korban kredit online ini, Selasa (8/1/2019).

Menurut Ahmad,  nasabah  harus nengisi beberapa nomor kontak emergency, seperti nomor kontak yang  sering kita hubungi, kerabat, teman atau keluarga, dan bahayanya aktivitas semua no hp disadap, dan cara penagihannya selalu dengan nada mengancam, dan menagih ke setiap nomor kontak yang ada di hp nasabah, sehingga orang lainpun jadi tahu kita punya hutang.

"Korbanya banyak sekali seperti saya dan banyak lagi temen saya yang lainnya," kata Ahmad. 

"Memang prosesnya mudah hitungan menit, dana pinjaman itu sudah mengalir ke rekening kita," tegasnya"

Dari pinjaman itu ada kedok administrasi yang dipotong di awal,  ada juga yang tidak di potong tapi dibebankan ke dalam tagihan, nilainya juga fantastis.  Misal dari pinjaman Rp 3 juta yang keterima nasabah hanya Rp 2,3 juta belum bunga hariannya, 

"Iya,  ini saya juga ngalamin langsung,  "kata VeraV yang juga mengaku menjadi korban. 

Menurut Veri,  bunga dan cara penagihannya itu yang tidak bagus.   Nomor  hp kita disadap, akhirnya nomor kerabat atau temen kita ikut ditagih, dengan begitu orang lainpun jadi tahu kita punya utang online, " tambahnya.

Dia berharap,  dengan maraknya Rentenir online ini semoga pemerintah cepat tanggap untuk mencari solusinya. " Terutama bunga dan cara nagihnya," kata Vera mengakhiri pebicaraan. (H Adam).

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama