Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Pelecehan Seksual Di bawah Umur Kembali Terjadi, Korban Tt Siswi SMPN 2 Buntao' Torut

Kapolsek Sanggalangi Kompol Linus Kondong 

TORAJA UTARA (wartamerdeka.info) - Kasus pelecehan seksual di bawah umur,  sampai hari ini masih terjadi. Seperti dialami Tt (14 tahun), Siswi SMP Negeri 2 Buntao', korban pelecehan seksual. Pelakunya diduga pria bernama Esron, seorang warga asal Sa'dan.

Akibat perbuatannya ini, terduga pelaku kemudian dilaporkan ke Polsek Sanggalangi untuk diproses lanjut.

Keluarga korban didampingi Kepala Lembang Rindingkila' Saul Saelaka Patiung melaporkan hal ini dan diterima pihak Polsek, Rabu siang kemarin (23/1).

"Katanya kejadiannya hari Minggu (20/1), habis dari Gereja atau habis sekolah minggu baru diajak itu tukang batu ketemu di To'nanna', di SMP dusun To'nanna'.

Dia (korban) kemudian diajak ke kota langsung ke Bolu. Pulang itu diantar sama temannya sudah keluar darah. Sebenarnya dari kemarin sudah mau dilaporkan tapi pihak polsek minta visum, makanya dari sini kita mau bawa korban ke RS Elim untuk divisum dulu. Neneknya korban dengan istri saya sepupu sekali, mereka bingung jadi saya ambil alih," ujar Saul, via ponsel, dari kantor Polsek Sanggalangi, kemarin siang (23/1).

Korban Tt saat ini duduk di bangku kelas 2 SMPN 2 Buntao. Korban dan keluarganya menetap di dusun Tambun Tana Lembang Sapan Kuakua. Sedang pelaku sendiri di depan korban mengaku seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Toraja.

Kapolsek Sanggalangi, Kompol Linus Kondong, ketika dihubungi petang menjelang malam ini, membenarkan adanya laporan kasus tersebut disampaikan keluarga korban.

Namun, kata dia, pihaknya mengarahkan laporan tersebut ke kantor Polres di Makale. "Diarahkan ke Polres karena harus ditangani PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak). Saya sudah sampaikan ke anggota supaya diarahkan ke Polres. Maksudnya, laporkan langsung ke Polres," jelas Linus. (Tom)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama