Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Putus Asa, Sakit Tak Kunjung Sembuh Ibrahim Gantung Diri


MUARA ENIM (wartamerdeka.info) - Putus asa, gara-gara tak kunjung sembuh dari penyakit yang dideritanya,  Ibrahim (55 th), warga Desa Talang Taling, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, nekat gantung diri, pada Senin (14/01/2019).

Sejak beberapa tahun terakhir, diketahui. Ibrahim, mengalami sakit stroke. Sakit itu benar benar sudah sangat menyiksanya.

Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono didampingi Kapolsek Gelumbang melalui Humas Polres Muara Enim M Yarmi membenarkan pristiwa tersebut.

Dituturkan Yarmi, kejadian ini diketahui setelah anggota Polsek Gelumbang mendapat informasi dari perangkat Desa Talang Taling bahwa ada salah satu warga yang gantung diri bertempat di rumah korban Desa Talang Taling Kec. Gelumbang Kabupaten Muara Enim, Senin (14/01/2019)

Mendapat info tersebut, selanjutnya  Kanit Reskrim Ipda Nasron Junaidi,MH dan Kanit Intel Ipda Sawaludin,SH beserta Anggota Polsek dan bersama pihak Puskesmas Gelumbang langsung mendatangi TKP.

Setiba di TKP ternyata benar bahwa ada salah satu warga Desa Talang Taling telah gantung diri. Warga dinyatakan sudah meninggal dunia.  Personil segera melakukan olah TKP, dan dilakukan pemeriksaan pada tubuh korban oleh tim puskesmas Gelumbang.

Dari hasil pemeriksaan tim puskesmas Gelumbang, bahwa pada tubuh korban tidak terdapat tanda – tanda kekerasan, leher mengalami patah akibat ikatan tali, juga anus mengeluarkan kotoran serta kelamin mengeluarkan sperma. Terang Yarmi

"Disimpulkan dari hasil pemeriksaan tim puskesmas Gelumbang bahwa diduga kuat korban meninggal dunia akibat gantung diri,” ungkap Yarmi.

Dikatakan,  polisi, menemui keluarga korban dan perangkat desa agar korban bisa di+otopsi. Tapi keluarga tidak menyetujui untuk dilakukan Otopsi tersebut dan pihak keluarga membuat pernyataan untuk tidak diotopsi dan tidak membuat laporan Polisi.

Berdasarkan keterangan anak korban yang bernama Periyanto  bahwa korban (orang tua) nya itu  sudah beberapa tahun ini mengalami sakit stroke dan terkesan orang tuanya tersebut sering putus asa.

Bahkan berdasarkan keterangan warga setempat Korban sebelumnya pernah juga melalukan percobaan bunuh diri, namun sempat diketahui oleh anaknya sehingga berhasil digagalkan.( Agus V)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama