Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Dari Makkah untuk Barru, Saat Cokelat Berganti Menjadi Doa

Hari Anak Nasional tahun ini terasa sedikit berbeda di Kabupaten Barru. Tidak ada cokelat yang dibagikan langsung oleh Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari. Tidak ada pelukan hangat, atau sapaan akrab yang biasanya selalu dinanti anak-anak.


Oleh : Syamsu Marlin

Tahun ini, Andi Ina sedang menunaikan ibadah umrah di Tanah Suci. Namun, kasih sayang tidak pernah mengenal jarak. Dari Kota Suci Makkah, di sela-sela ibadahnya, Andi Ina mengirimkan salam hangat dan doa terbaik untuk seluruh anak Indonesia, khususnya anak-anak Barru yang selalu punya tempat istimewa di hatinya.

"Selamat Hari Anak Nasional. Maaf tahun ini saya belum bisa berbagi cokelat dan bertemu langsung dengan anak-anak tercinta di Barru. Insya Allah, dari Tanah Suci saya memohon kepada Allah SWT agar kalian semua tumbuh sehat, bahagia, cerdas, berakhlak mulia, serta menjadi anak-anak yang membanggakan keluarga, daerah, dan bangsa," ujarnya.

Bagi Andi Ina, senyum anak-anak adalah bahan bakar semangatnya. Ia percaya, setiap tawa yang terjaga dan setiap mimpi yang diberi ruang untuk tumbuh, adalah investasi terbesar bagi masa depan Barru. 

Karena itu, meski berada ribuan kilometer dari kampung halaman, pikirannya tetap tertuju pada anak-anak yang kelak akan menjadi penerus daerah ini.

Di hadapan Ka'bah, ia tak hanya berdoa untuk keluarga. Ia juga menyelipkan harapan agar setiap anak Barru diberi kesehatan, kemudahan menuntut ilmu, dijauhkan dari kekerasan, serta tumbuh dalam lingkungan penuh kasih sayang. 

Baginya, tidak ada hadiah lebih berharga daripada melihat anak-anak tumbuh bahagia dan punya kesempatan meraih cita-cita. Ada pemandangan yang hampir selalu terlihat setiap kali Andi Ina mengunjungi sekolah, desa, atau kegiatan masyarakat. 

Sebelum rombongan tiba, anak-anak sudah berkumpul di tepi jalan. Sebagian melambaikan tangan, sebagian lagi berlari sambil berteriak, "Bu Bupati datang...!"

Mereka tahu, Andi Ina hampir selalu datang dengan senyum, sapaan hangat, dan cokelat yang sudah jadi ciri khasnya.

Bagi banyak orang cokelat itu sederhana. Tapi bagi Andi Ina, itu adalah cara menciptakan kebahagiaan dan meninggalkan kenangan.

"Anak-anak itu sedang berada di masa ketika core memory terbentuk. Mungkin bagi kita, memberikan cokelat adalah hal biasa. Tapi bagi seorang anak, momen ketika disapa, diperhatikan, dan menerima cokelat bisa jadi kenangan yang mereka ingat sampai dewasa," tuturnya.

Menurutnya, membangun masa depan anak tidak harus dimulai dari hal besar. Senyum, sapaan, sentuhan kasih, dan perhatian tulus sering kali justru jadi hadiah paling bermakna.

"Itulah kenapa saya selalu membawa cokelat setiap bertemu anak-anak. Yang penting bagi saya adalah memastikan mereka tumbuh bahagia dan punya banyak kenangan baik," lanjutnya.

Di momen Hari Anak Nasional, pesan itu terasa semakin dalam. Tahun ini memang tidak ada cokelat dari tangan sang Bupati. 

Tapi ada yang jauh lebih bermakna: doa-doa yang dipanjatkan dari Tanah Suci. 

Sebab, kasih seorang ibu tidak selalu hadir dalam bentuk pelukan atau bingkisan. Kadang ia hadir dalam untaian doa lirih yang menembus jarak.

Dari Makkah, Andi Ina menitipkan pesan sederhana "teruslah belajar, hormati orang tua dan guru, sayangi sesama, dan jangan pernah berhenti bermimpi," tutupnya. (*) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama