Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Hadapi Pilpres Ribuan Nelayan Pantura Gelar Istighosah


TEGAL (wartamerdeka.info) - Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) serta pemilihan calon anggota legislatif (Caleg) pada 2019, nelayan dan sejumlah elemen masyarakat di pantura Kota Tegal dan sekitarnya, menggelar istighosah.

Dzikir dihadiri Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Muhammad Efendi dan Kapolda Jawa Tengah Irjen Condro Kirono tersebut bertujuan agar Pilpres dan Pileg berjalan aman dan lancar.

Istighosah yang digelar di Pelabuhan Kota Tegal pada Sabtu (16/22019) siang, selain dihadiri nelayan, juga beberapa komponen dan elemen masyarakat lainnya yang jumlahnya sekitar seribuan warga.

Dzikir yang dipimpin Habib Thohir Al Kaff itu, selain diisi sambutan sejumlah tokoh masyarakat dan ulama serta habaib, melantunkan doa-doa dan juga dzikir bersama.

Kapolda Jateng, Irjen Condro Kirono, menyebut istighosah bertujuan untuk lebih merekatkan antara ulama umaro dan masyarakat, khususnya nelayan di Kota Tegal dan Kabupaten Tegal serta Kabupaten Brebes.

"Istighosah dilakukan untuk memohon kepada Allah SWT agar kondisivitas di Kota Tegal, Kabupaten Tegal serta Kabupaten Brebes selalu terjaga," ujar Condro.

Kapolda menilai, sekarang menjelang pesta demokrasi dan dalam tahapan kampanye, banyak berita hoaks yang beredar di masyarakat. Untuk itu, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak terprovokasi.

"Kita harus terus menjalin kesatuan dan persatuan," ucapnya.

Menurut Kapolda, beda pendapat dan beda pilihan merupakan hal biasa, yang peting jangan sampai memutus tali silaturahmi.

"Itu juga yang selalu disampaikan Presiden kita Pak Jokowi," terang Condro.(gus)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama