Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Laksdya Taufiq : Bakamla adalah Coast Guard, Itu Keniscayaan


JAKARTA (wartamerdeka.info) - "Bakamla adalah Coast Guard, itu keniscayaan”. Hal itu dicetuskan Laksdya Bakamla A Taufiq R. saat berinteraksi dengan personel Bakamla setelah olahraga pagi bersama di Taman Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (26/2/2019).

"Bukan Bakamla yang meminta untuk menjadi besar, melainkan tuntutan demokrasi dan pengakuan negara lain, karena Bakamla mengemban tugas sebagai Indonesian Coast Guard", ungkapnya pula.

Sudah menjadi aktivitas rutin Laksdya Bakamla Taufiq, yang tidak pernah lelah menularkan semangat dan memberikan arahan untuk membangun motifasi personel di manapun berada. Tak heran setelah melakukan olah raga pagi, pimpinan tertinggi di Bakamla itu menyempatkan diri untuk berinteraksi sejenak dengan personel.

"Keberhasilan operasi saat ini berkat kerjasama kita semua. Sekarang semua mata sudah tertuju kepada Bakamla. Upaya diplomasi beberapa negara membuahkan hasil yaitu pengakuan Bakamla sebagai Indonesian Coast Guard", tegasnya.

Lebih lanjut Laksdya Taufiq mengatakan, hasil dari pemeriksaan BPK menunjukan sinyal yang baik. Diharapkan, dapat terjadi peningkatan opini di tahun ini menjadi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Selain itu, Undang-Undang tentang Keamanan Laut yang awalnya berada di urutan 165, saat ini sudah masuk menjadi prioritas di Dewan Perwakilan Rakyat  (DPR). "Hal ini juga merupakan tuntutan dari faktor luar yang menjadi indikator," sambung Laksdya Taufiq.

Hasil kunjungan kehormatan ke beberapa lembaga pemerintah seperti DPR, KPK, Menpan RB, Kejaksaan Agung, Sekretariat Kabinet, dan Kementerian Luar Negeri menunjukan dukungan Bakamla dalam mengemban tugas sebagai Indonesian Coast Guard.

Kepercayaan Bakamla semakin bertumbuh di dunia internasional. Laksdya Taufiq mengatakan telah menerima undangan dari sejumlah petinggi negara yang memiliki coast guard, di antaranya: Turki, Yunani, Australia, Amerika Serikat, Jepang, Korea, Filipina dan termasuk undangan menjadi keynote speaker dalam seminar kemaritiman di London.
 
"Keberhasilan dan kepercayaan dunia internasional terhadap Bakamla sebagai Indonesian Coast Guard harus kita imbangi dengan performa kinerja kita. Bekerjalah dengan hati yang bersih, tidak ada niat curang, kebohongan dan mencari keuntungan sendiri serta bekerja dengan tulus," pintanya menutup arahan.(Humas Bakamla RI)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama