Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Tanpa judul


MESUJI (wartamerdeka.info) - Warga desa Sungai Badak, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Mesuji sebagian besar menolak rencana penambangan batu bara.

Hal ini terungkap dalam sosialisasi rencana kegiatan penambangan batubara di Kabupaten Mesuji oleh PT.Indotex Pratama Jaya dan PT.Nokano Coal Mining di aula kantor bupati setempat, Selasa (13/03/2019).

Eko,warga desa Sungai Badak Kecamatan Mesuji Kabupaten Mesuji menggatakan sebelumnya warga desa Sungai Badak telah menggadakan pertemuan internal bersama aparatur desa setempat terkait rencana penambangan batubara di desa tersebut.

"Kami sudah pernah menggadakan rapat internal tingkat desa waktu itu membahas terkait rencana penambangan batubara di desa tempatnya dan sebagian masyarakat menolak keras rencana penambangan batubara tersebut," ungkapnya.

Eko juga menggatakan kalau hasil musyawarah tingkat desa beberapa waktu lalu bisa berubah jika apa yang di janjikan dan disampaikan pihak perusahaan penambangan ini dapat benar-benar terealisasi kepada masyarakat.

"Masalah ganti rugi Jika masyarakat merasa tidak di rugikan tetapi di untungkan kami tidak masalah dan mungkin menyetujui rencana exploitasi batubara di desanya," tandasnya.

Menanggapi hal ini,Simanakana selaku perwakilan dari PT.Indotex Pratama Jaya dan PT Nokano Coal Mining menyampaikan kalau masalah ganti rugi lahan pihaknya akan bernegosiasi langsung kepada warga selaku pemilik lahan tanpa perantara serta berjanji akan melibatkan 70 persen warga sekitar untuk dipekerjakan.

"Untuk ganti rugi kami akan langsung bernegosiasi kepada pemilik lahan dan harganya di atas harga pasaran.kami juga berjanji akan memperkerjakan masyarakat sekitar sebanyak 70 persen untuk tenaga kerja," pungkasnya.

Diketahui rencana kegiatan exploitasi batubara di Kabupaten Mesuji yang berada di tiga Kecamatan yakni,Kecamatan Tanjung Raya,Panca Jaya dan Kecamatan Mesuji ini sempat di tolak keras oleh Bupati Mesuji Non Aktif Khamami serta Ketua DPRD Mesuji Fuad Amrullah yang beralasan akan merusak lingkungan sekitar.(muslim)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama