Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Polisi Olah TKP Korban Pembegalan Di Jalan Daan Mogot Jakarta Barat


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Petugas Kepolisian dari satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Barat menyelidiki kasus pembegalan yang terjadi di jalan Daan Mogot kelurahan Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Dalam kasus ini, sang korban, Ivan (22 th) warga jl Lapangan Bola Kebon Jeruk Jakarta Barat menghembuskan nafas terakhirnya akibat mengalami luka tusuk pada bagian dada kanan korban pada Senin dini hari (4/3/2019).

Kejadian tersebut bermula saat korban Ivan (22 th) bersama 2 teman lainnya selesai menonton acara dangdut bersama rekannya pulang berjalan kaki. Setibanya di Jl Daan Mogot korban bersama 2 rekannya tiba-tiba dicegat/dipepet oleh pelaku 5  orang laki-laki yang berboncengan 2 sepeda motor dan mengaku sebagai petugas.

Selanjutnya para pelaku menuduh korban adalah orang yang sering terlibat tawuran kemudian pelaku menggeledah badan korban. Namun korban memberontak, kemudian salah satu pelaku menusuk dada korban menggunakan senjata tajam yang belum diketahui jenisnya.

"Hal itu menyebabkan luka tusuk pada dada kanan korban yang mengakibatkan korban meninggal dunia di tempat," ujar kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edy Suranta Sitepu SIK MH saat dikonfirmasi Sabtu (9/3/2019).

Edy menambahkan, berangkat dari laporan kejadian tersebut kemudian pihaknya membentuk tim di bawah pimpinan kanit krimum Iptu Dimitri Mahendra SIK MSi bersama tim Identifikasi. Tim ini  terjun ke lapangan melakukan olah TKP untuk mengumpulkan dan mendapatkan informasi guna memudahkan mencari titik terang para pelakunya

Di lokasi kejadian polisi  meminta keterangan warga  yang tak jauh dari lokasi kejadian, dan petugas meminta para penjaga keamanan untuk mengecek rekaman CCTV yang ada tidak jauh dari lokasi

"Tak hanya itu saja kami pun melakukan pemeriksaan kembali dilokasi kejadian guna mendapatkan bukti tambahan," tutupnya. (A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama