// Perusahaan satelit AS Planet Labs mengumumkan pemblokiran siaran gambar perang di Iran, atas permintaan pemerintah AS. // Kapal yang Terkait dengan Jepang Melewati Selat Hormuz // Iran telah menghancurkan satu jet F-15 dan menargetkan pesawat A-10 AS yang jatuh ke Teluk. // Pasar saham UEA di Dubai dan Abu Dhabi telah kehilangan sekitar $120 miliar sejak perang AS-Israel terhadap Iran. // Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan Amerika Serikat sedang merencanakan serangan darat meskipun dalam upaya diplomatik untuk mengakhiri perang. //

Berita Foto

Wisata

Profil: Anda AH

Harga minyak tembus $116 per barel saat Iran menuduh AS bersiap melakukan invasi


Harga minyak mentah terus naik seiring dunia menghadapi krisis energi terbesar dalam beberapa dekade. Harganya telah melonjak ke level tertinggi dalam hampir dua minggu di tengah eskalasi di berbagai front perang AS-Israel melawan Iran.

Lanjut...

WMChannel


 

Rumah Tidak Layak Huni Ini Butuh Bantuan Pemerintah


MUARA ENIM (wartamerdeka.info) - Dalam gubuk yang reyot itu ada sosok laki-laki muda duduk terdiam yang tinggal  di tempat tersebut dengan segala kekurangannya.

Dia adalah Napsi Walidin bin Darminto (29) tercatat sebagai warga desa Sumaja Makmur kecamatan Gunung Megang Kabupaten Muara Enim Sumsel.

Divonis mengidap gangguan jiwa sejak 10 tahun lalu pemuda ini ternyata sudah ditinggal pergi sang ayah sejak kecil dan ibunda tercintanya pun telah lama  berpulang selamanya.

Dari hari ke hari Anak dari ibu Almarhumah Sulastri itu  hanya hidup dari welas asih masyarakat sekitar yang dengan segala kemurahan hati memberinya makan untuk tetap bertahan hidup sementara kedua saudaranya harus membanting tulang di Kota Muara Enim bekerja sebagai buruh kasar.

"Saya dan saudara Abdul Gofur (24) harus bekerja di Muara Enim menjadi petugas jaga malam di laboratorium air salah satu Dinas  demi untuk mencukupi dan merawat kakak saya yang saat ini masih sakit dan tinggal sendirian di desa,"  tutur Ali Maksum (26) kepada wartamerdeka.info, Selasa (12/03/2019).

Untuk memperbaiki sarana rumah, pihaknya sudah mengusulkan ke kepala desa setempat termasuk juga ke Basarnas dan Dinas Sosial  Kabupaten Muara Enim namun belum ada upaya atau tanggapan yang berarti.

"Belum lagi untuk pengobatan kakak saya yang harus mengeluarkan biaya sementara untuk makan pun kami masih sangat kekurangan," urai Maksum.

"Dengan segala penuh harapan kami minta tolong kepada media untuk menyampaikan pesan kepada pemerintah Kabupaten Muara Enim sehingga dapat memberikan bantuan perbaikan rumah atau upaya pengobatan kepada kami khususnya kepada kakak saya," ungkapnya. (Agus V)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama