Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Rumah Tidak Layak Huni Ini Butuh Bantuan Pemerintah


MUARA ENIM (wartamerdeka.info) - Dalam gubuk yang reyot itu ada sosok laki-laki muda duduk terdiam yang tinggal  di tempat tersebut dengan segala kekurangannya.

Dia adalah Napsi Walidin bin Darminto (29) tercatat sebagai warga desa Sumaja Makmur kecamatan Gunung Megang Kabupaten Muara Enim Sumsel.

Divonis mengidap gangguan jiwa sejak 10 tahun lalu pemuda ini ternyata sudah ditinggal pergi sang ayah sejak kecil dan ibunda tercintanya pun telah lama  berpulang selamanya.

Dari hari ke hari Anak dari ibu Almarhumah Sulastri itu  hanya hidup dari welas asih masyarakat sekitar yang dengan segala kemurahan hati memberinya makan untuk tetap bertahan hidup sementara kedua saudaranya harus membanting tulang di Kota Muara Enim bekerja sebagai buruh kasar.

"Saya dan saudara Abdul Gofur (24) harus bekerja di Muara Enim menjadi petugas jaga malam di laboratorium air salah satu Dinas  demi untuk mencukupi dan merawat kakak saya yang saat ini masih sakit dan tinggal sendirian di desa,"  tutur Ali Maksum (26) kepada wartamerdeka.info, Selasa (12/03/2019).

Untuk memperbaiki sarana rumah, pihaknya sudah mengusulkan ke kepala desa setempat termasuk juga ke Basarnas dan Dinas Sosial  Kabupaten Muara Enim namun belum ada upaya atau tanggapan yang berarti.

"Belum lagi untuk pengobatan kakak saya yang harus mengeluarkan biaya sementara untuk makan pun kami masih sangat kekurangan," urai Maksum.

"Dengan segala penuh harapan kami minta tolong kepada media untuk menyampaikan pesan kepada pemerintah Kabupaten Muara Enim sehingga dapat memberikan bantuan perbaikan rumah atau upaya pengobatan kepada kami khususnya kepada kakak saya," ungkapnya. (Agus V)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama