Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

TNI Beri Pembekalan Wawasan Kebangsaan Dan Bagi-Bagi Buku Untuk Calon Guru


BANYUMAS (wartamerdeka.info) - Bertempat di ruang AK Anshori Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Minggu (24/3/2019) berlangsung acara Penguatan Pendidikan Karakter, Wawasan Kebangsaan dan Pengembangan Pendidikan Guru Profesional dalam Jabatan Tahun 2019.

Kuliah umum dibuka oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto DR. H. Syamsulhadi Irsyad M.H. yang dalam sambutan menyampaikan bahwa, sebelum para guru profesional yang telah dididik dalam Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk memperoleh sertifikasi guru  perlu diberikan pembekalan wawasan kebangsaan guna menanamkan nilai-nilai cinta tanah air sebagai virus untuk ditularkan kepada anak didiknya.

Acara yang diikuti oleh 200 orang tenaga pendidik dari berbagai sekolah dan daerah yang telah dinyatakan lulus untuk mengikuti pendidikan profesi guru yang dilaksanakan oleh Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Mayor Inf Amir Ma'ruf, Pasi Binwanwil Siterrem 071/Wijayakusuma, salah satu dari tiga orang narasumber membawakan materi Wawasan Kebangsaan mengatakan, profesi seorang guru sangat penting dalam memberikan pendidikan karakter bagi usia anak sekolah. "Melalui guru, anak didik  mendapatkan pengajaran berupa kemampuan kognitif yang bertumpu kepada kecerdasan intelektual otak", terangnya.

Selain itu, yang lebih penting lagi anak didik mendapatkan pendidikan berupa proses afektif yang bertumpu pada jiwa. "Pendidikan memberikan pengenalan nilai-nilai positif yang diikuti penghayatan dalam diri manusia, sehingga nilai positif betul-betul terpatri dalam setiap individu dalam kehidupan sehari-hari", paparnya.

"Melalui pembekalan wawasan kebangsaan, para calon guru yang akan  menjalani profesi profesional sebagai guru dalam jabatan akan memiliki kemampuan pengajaran dan pendidikan untuk menanamkan nilai-nilai positif dan cinta tanah air kepada anak didiknya nantinya", terangnya.

Sri Andiyani, salah seorang peserta kuliah umum dari Jatilawang mengatakan "Saya sangat senang menerima materi wawasan kebangsaan, apalagi yang dibawakan  oleh TNI. Ternyata TNI orangnya simpati dan cerdas. Terima kasih juga saya ucapkan karena dikasih buku", ungkapnya.

Memang dalam kesempatan tersebut, Mayor Inf Amir Ma'ruf yang dikenal sangat menyukai literasi sempat membagikan beberapa buku kepada peserta kuliah umum.(A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama