Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Dirjen Perkeretaapian : Hikkapi Harus Perhatikan Perkembangan Tehnologi


YOGYAKARTA (wartamerdeka.info) -   Himpunan Kontraktor Perkeretaapian Indonesia (HIKKAPI)  dapat berperan aktif dalam pelaksanaan konstruksi prasarana perkeretaapiaan, sekaligus bersinergi dengan pemangku perkeretaapian.

"Makanya HIKKAPI harus meningkatkan kemampuannya," pinta Direktorat Jenderal Perkeretaapian Ir. Zulkifli dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal, Ir. Danto Restiawan MT, di Hotel Hayyt Regency, Yogyakarta, tadi pagi (29/4/2019).


Mewakili Dirjen, Sekditjen juga didaulat
membuka Munas ditandai pamukulan gong didampingi oleh seluruh DPP HIKKAPI.

"Dengan mengucapkan Bismillahirrohmanirrahim, Munas ke IV HIKKAPI resmi dibuka," jelas Danto.

Teknologi

Danto juga meminta HIKKAPI memperhatikan teknologi perekeretaapian yang kini berkembang pesat, mulai dari LRT dengan tetap mendukung kandungan lokal.

"Begitupun standar keselamatan dan keamanan konstruksi tetap menjadi hal pokok untuk dipahami sekaligus komitmen seluruh stakeholder," tutur Sekjen Danto.

Terlebih, pemerintah melalui Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNAS) sebagaimana Kepmen Perhubungan Nomer KP 2128 tahun 2018 mencanangkan visi, arah kebijakan, strategi, sasaran dan program utama pembangunan perkeretaapian sampai 2030  mewujudkan perkeretaapian yang terintegrasi, aman, selamat, nyaman dengan pelayanan handal, terjangkau dan berdaya saing.


Menurut Danto, sesuai  Ripnas, pembangunan perkeretaapian sampai 2030 menargetkan share angkutan penumpang kereta api sebesar 7%-9%. Sedangkan angkutan penumpang kereta api  sebesar 11% - 13% dari total pangsa transportasi nasional.

10.524 km

Sementara pembangunan infra struktur sampai 2030 sepanjang 10.524 km. "Prioritasnya pembangunan jaringan kereta api perkotaan di beberapa kota besar," tandas Danto.

Misalnya, pembangunan jalur ganda dan elektrifikasi lintas utama jawa, pembangunan jalur kereta api trans Sumatera, pembangunan jalur kereta api sebagai tulang punggung sngkutan barang di Kalimantan, Sulawesi dan Papua.

"Di Pulau Jawa  dapat dioperasikan kereta api cepat yang menghubungkan Jakarta - Bandung.(Ar)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama