Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Jelang Pleno Tingkat Kabupaten, Polres Serang Gelar Simulasi Pengamanan


SERANG (wartamerdeka.info) - Kepolisian Resor (Polres) Serang, Polda Banten, menggelar simulasi pengamanan sidang pleno hasil hitung suara pemilu serentak 2019 tingkat Kabupaten Serang yang rencananya akan berlangsung di satu hotel di Kota Serang pada Rabu 1 Mei besok.

Acara simulasi pengamanan sidang pleno yang dipimpin langsung Kapolres Serang tersebut digelar di halaman Mapolres Serang, Selasa (30/4/2019).

Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan, S.I.K, M.H mengatakan dalam menghadapi sidang pleno hitung suara, kegiatan simulasi pengamanan perlu dilakukan. Hal ini untuk mengantisipasi adanya ketidakpuasan atas hasil penghitungan suara. Polres Serang, kata Indra Gunawan, akan menerjunkan personil sebanyak 1 Satuan Setingkat Kompi (SSK).

"Tujuan simulasi pengamanan ini adalah untuk menunjukkan kesiapan aparat dalam menghadapi eskalasi yang mengarah pada gangguan kambtibmas pada sidang pleno," ungkap Kapolres saat dikonfirmasi usai gelar simulasi.

Dalam simulasi diperlihatkan adanya ketidakpuasan calon saat berlangsung hitung suara yang berujung pada keributan dengan anggota KPU yang memicu saksi lain ikut terbawa situasi kurang kondusif.

Namun beberapa saat kemudian, ketika penghitungan suara masih berlangsung, muncul serombongan massa berteriak-teriak menuntut penghitungan suara dihentikan karena dianggap tidak sah. Massa berupaya masuk ke dalam ruang sidang namun berhasil dihalau aparat Polres Serang. Dan petugas lainnya mengamankan tempat sidang dan kelengkapannya.

Menghindari kejadian yang tidak diinginkan, Kapolres akhirnya memerintahkan Kabag Ops untuk menurunkan personil Dalmas. Seiring dengan itu, massa melakukan orasi sambil memblokir arus lalulintas dengan jumlah massa yang kian bertambah.

Kapolres Serang juga mengimbau agar masyarakat menggunakan jalur yang benar jika memang menganganggap teleh menemukan menemukan kecurangan dan jangan bersikap anarkis.

"Jika ada kecurangan-kecurangan dalam hituang suara, harus menggunakan koridor hukum yang ada," imbau Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan.(A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama