Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Panglima TNI Tinjau Latihan Satgultor TNI Di Ancol


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., didampingi Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa, Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, S.E., M.M., dan Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M., meninjau langsung latihan Penanggulangan Terorisme Satgultor TNI TA 2019 di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Selasa (9/4/2019).

Latihan Penanggulangan Terorisme melibatkan sekitar 500 prajurit dari tiga pasukan khusus TNI, terdiri dari Satuan-81  Kopassus TNI AD, Detaseman Jala Mangkara (Denjaka) TNI AL dan Satbravo-90 Paskhas TNI AU.

Latihan Satgultor TNI TA 2019, mengangkat tema “Satgultor TNI Melaksanakan Penanggulangan Aksi Terorisme di Wilayah DKI Jakarta Dalam Rangka Mendukung Tugas Pokok TNI”.

Tujuan dari latihan ini adalah untuk menguji kesiapsiagaan Satgultor TNI untuk melaksanakan operasi penanggulangan terorisme dalam rangka menghadapi kemungkinan ancaman terorisme yang diperkirakan kemungkinan akan terjadi.

Setelah selesai meninjau Latihan Satgultor TNI,  Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di hadapan awak media mengatakan bahwa TNI beserta jajarannya tetap komitmen dan siap mengamankan Pemilihan Legislatif (Pilleg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2019.

“TNI akan Netral dalam pelaksanaan Pilleg dan Pilpres tahun 2019 dan siap menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945,” tegasnya.

Panglima TNI mengatakan bahwa jika ada pihak-pihak yang mengganggu stabilitas politik jalannya demokrasi, mengganggu NKRI, mengganggu Pancasila, mengganggu UUD 1945 dan menggangu Bhinneka Tunggal Ika, maka akan berhadapan dengan TNI.

“Ingat !!! Tentara Nasional Indonesia (TNI) adalah bentengnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bagi TNI, NKRI Harga Mati,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Komandan Korps Marinir (Dankormar), Mayjen TNI (Mar) Suhartono, M.Tr.(Han) selaku Direktur Latihan (Dirlat) mengatakan bahwa salah satu latihan yang dilaksanakan adalah mekanisme perencanaan yang diawali dengan kegiatan hubungan antara komandan dan staf, kemudian dilanjutkan dengan aplikasi di lapangan. 

“Di sini kita uji kemampuan teknis dan taktis dari semua elemen yang terlibat di situ,” ucapnya.

“Pasukan yang dilatih disini siap untuk digerakkan setiap saat atas perintah Panglima TNI apabila ada kasus-kasus yang terjadi sebenarnya,”  tegasnya.(A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama