Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Bakamla Dan ABF Hadirkan 16 Negara Di MSDE Ke-9


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Sebagai respon terhadap kompleksitas keamanan laut lintas negara saat ini, Bakamla dan Australian Border Force (ABF) menyelenggarakan kegiatan Maritime Security Desktop Exercise (MSDE) ke-9 di Jakarta, Selasa (18/6/2019). 

Perhelatan ini resmi dibuka oleh Kepala Bakamla Laksdya Bakamla A. Taufiq R. Disaksikan oleh pejabat tinggi perwakilan instansi maritim di Indonesia, dan jajaran pejabat tinggi Kedutaan Besar Australia, kegiatan ini berhasil mengumpulkan perwakilan coast guard dengan total 16 negara di satu atap.

Negara-negara tersebut adalah: Indonesia, Australia, Bangladesh, Kamboja, Jepang, Laos, Malaysia, Maladewa, Myanmar, Papua Nugini, Filipina, Sri Lanka, Singapura, Korea Selatan, Timor Leste, dan Turki. 

Menurut penelitian beberapa organisasi internasional di bidang perekonomian, negara-negara di Kawasan Asia merupakan penyokong utama pertumbuhan ekonomi dunia. Hal tersebut dilihat dari pertumbuhan ekonomi negara-negara di Asia yang tetap stabil walaupun secara global perekonomian sedang mengalami penurunan.

Perekonomian di kawasan erat kaitannya dengan perdagangan internasional, yang salah satu opsi konektivitasnya melalui jalur laut. Dengan demikian, aspek pelayaran niaga menjadi suatu hal yang sangat penting bagi terjaganya pertumbuhan emonomi negara-negara di Asia.

Di sisi lain, tingginya potensi ekonomi yang dimiliki oleh negara-negara di kawasan Asia, menciptakan tantangan terhadap keamanan dan keselamatan maritim di kawasan. Hal ini merupakan konsekuensi dari tingginya lalu lintas pelayaran niaga di kawasan, dan terbatasnya kemampuan serta sumber daya masing-masing negara untuk senantiasa mengawasi keamanan maritim di wilayahnya.

Dalam rangka membahas isu-isu keamanan maritim lintas batas negara, sejak Tahun 2009 Indonesia dan Australia menyelenggarakan kegiatan MSDE dan Pelatihan Hukum Laut Internasional. Hal ini dilakukan untuk menyelaraskan pemahaman terhadap Konvensi Hukum Laut Internasional dan konvensi internasional lainnya yang mengatur tentang keamanan dan keselamatan maritim. 

Tidak dapat dipungkiri, kegiatan yang berlangsung ke-sembilan kalinya ini, terlaksana berkat kerja sama yang baik antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Australia. (Humas Bakamla)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama