Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Di Sidang Pleno KTT ASEAN, Presiden Jokowi Ingatkan Perang Dagang AS-RRT Bisa Merembet

Perdagangan Intra ASEAN Harus Diperkuat

Presiden Jokowi menghadiri sidang pleno KTT ASEAN, di Hotel Athenee, Bangkok, Thailand, Sabtu (22/6). (Foto: Dinda M/Humas)

BANGKOK (wartamerdeka.info)
- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, bahwa perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) bukan tidak mungkin akan merembet kemana-mana, dan dapat berdampak kepada stabilitas keamanan dan kesejahteraan kawasan.

Untuk itu, Presiden Jokowi mengingatkan perlunya upaya untuk memperkuat bangunan ekonomi dari negara ASEAN secara individual maupun secara kolektif

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Jokowi pada Sidang Pleno KTT ke-34 ASEAN sebagaimana dikutip Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dalam konperensi pers di Hotel Atlete, Bangkok, Thailand, Sabtu (22/6).

“Artinya,  perdagangan intra ASEAN harus diperkuat, fasilitasi perdagangan menjadi lebih penting, dan UMKM diingatkan harus mendapatkan benefit dari integrasi ekonomi ASEAN,” kata Presiden Jokowi.

Ditambahkan Menlu, dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi  juga menyatakan kerja sama dengan mitra ASEAN menjadi lebih penting. Presiden mengingatkan pentingnya komitmen kita untuk menyelesaikan negosiasi The Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) di antara negara-negara ASEAN  pada tahun ini.

Di tengah situasi dunia seperti saat ini, menurut Menlu, Presiden juga menyatakan menjadi penting artinya ASEAN memiliki outlook mengenai masalah Indo Pasifik.

“Outlook  ini mencerminkan sentralitas dan kekuatan ASEAN dalam menghormati perdamaian, budaya dialog, dan juga memperkokoh kerja sama,” kata Menlu mengutip Presiden Jokowi,

Menurut Menlu, Indonesia menyampaikan terima kasih atas dukungan dari negara anggota ASEAN di dalam bersama-sama kita mengembangkan konsep Outlook ASEAN Indo Pasifik, sekitar setahun yang lalu pada saat Indonesia mulai mempresentasikan konsep indo Pasifik ASEAN ini.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama