// Atletico Madrid meraih kemenangan 2-0 atas Barcelona, setelah Cubarsi (Barcelona) diusir dari lapangan Camp Nou. // Perselisihan minyak Libya mencerminkan krisis Hormuz, memicu kekhawatiran energi Eropa // Perusahaan satelit AS Planet Labs mengumumkan pemblokiran siaran gambar perang di Iran, atas permintaan pemerintah AS. // Kapal yang Terkait dengan Jepang Melewati Selat Hormuz // Iran telah menghancurkan satu jet F-15 dan menargetkan pesawat A-10 AS yang jatuh ke Teluk. //

Berita Foto

Israel tidak akan bernegosiasi dengan Hizbullah


Duta Besar Israel, Yechiel Leiter, mengatakan meskipun Israel telah setuju untuk melakukan pembicaraan tentang Lebanon di Washington, DC, pada hari Selasa, namun tidak akan membahas gencatan senjata dengan Hizbullah..

Lanjut...

Gedung SDN Baru 1 Pangkalan Bun Miring, Orang Tua Siswa Khawatirkan Keselamatan Anak Didik


KOBAR (wartamerdeka.info) - Pembangunan SDN Baru 1 Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat (Kobar) kini menjadi sorotan sejumlah orang tua siswa.

Orang tua murid yang enggan disebut namanya mengungkapkan, pembangunan sekolah SDN Baru 1 dua lantai itu pengerjaannya terkesan asal jadi. Bahkan, diketahui mengalami kemiringan.

Dikatakannya, sebelum terlanjur fatal yang bisa mengakibatkan kepada  kecelakaan bagi siswa sekolah, hendaknya Dinas Pendidikan setempat dapat memperhatikan dan mengevaluasi bangunan tersebut.

Ia juga menyanyangkan pembangunan sekolah lantai dua itu di tengah ruang kelasnya menggunakan tiang penyangga sehingga mengganggu kepada siswa belajar.

"Semestinya, di setiap ruang kelas tidak perlu ada tiang tengah. Ini, apakah memang perencanaannya yang salah atau rekanan diduga salah mengerjakan,"  ucapnya pada wartawan hari ini.

Sementara itu ketika dicek ke lokasi SDN Baru 1 Kelurahan Baru Kecamatan Arut Selatan Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), ternyata  memang ada tiang di tengah ruang kelasnya. Dari ruang kelas 1,2 dan3 semuanya ada pemasangan tiang penyangga. Ini terlihat mengganggu.

Ketika dikonfirmasikan kepada guru sekolah Yudiyanto, dirinya membenarkan adanya kemiringan dari bangunan lantai dua tersebut dan pihaknya tidak menampik bahwa ada pemasangan tiang penyangga atau tiang pilar di tengah ruangan kelas 1,2dan 3.

Pihaknya menduga dalam pengerjaan pisik pembangunan itu tidak sesuai dengan speakasinya. Tetapi, ungkapnya, karena ini bukan pengawas pihak sekolah maka dirinya tidak berani macam macam.

Yang dikhawatirkan oleh pihak sekolah takut terjadi apa-apa pada bangunan itu dan bisa berdampak pada siswa.

Menurut Yudi, tidak sedikit dana yang terserap untuk pembangunan tersebut. "Diperkirakan  kurang lebih satu milyar rupiah," terang  Yudi  pada wartawan. (Taufik Hidayat)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama