Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Kapolres Cilacap Kunjungi Tokoh Papua, Terkait Video "Masalah Papua"


CILACAP (wartamerdeka.info) - 
Kapolres Cilacap AKBP Djoko Djulianto, S.I.K., M.H., melaksanakan kunjungan ke salah satu tokoh Papua. Hal itu dilaksanakan untuk berkoordinasi atas maraknya video terkait "masalah Papua" yang beredar akhir-akhir ini.

Belakangan marak beredar sejumlah video aksi kekerasan pendemo. Juga video para korban luka akibat rusuh, video pendek penggerak massa ke Jakarta serta berbagai video lama dan Hoax yang diberi narasi baru (ujaran kebencian).

Dalam hal ini Kapolres Cilacap AKBP Djoko Djulianto, S.I.K., M.H., melaksanakan koordinasi terkait mensikapi kejadian di Manokwari-Papua dengan Romo Carolus Patrik Burrows, Senin (19/8/2019)

Pada kesempatan tersebut  AKBP Djoko Julianto, S.I.K., M.H., dengan di damping Kapolsek Cilacap Selatan dan Kanit II Krimsus Sat Reskrim Polres Cilacap bertemu Langsung dengan Romo Carolus Patrik Burrows.

AKBP Djoko Julianto menyampaikan, kegiatan ini untuk koordinasi atau mensikapi tentang kejadian di Manokwari - Papua.

Karena banyak mahasiswa Papua yang sedang kuliah di AMN dan mayoritas dibawah Naungan Yayasan milik Romo Carolus.

AKBP Djoko Julianto menghimbau dan berharap kepada masyarakat, agar tidak terprovokasi dengan informasi yang beredar yang sengaja memecah belah masyarakat.

“Diharapkan kepada seluruh masyarakat tidak terprovokasi dengan informasi yang beredar yang sengaja di buat untuk provokasi dan memecah belah NKRI, marilah bijak dalam mengunakan media sosial,” ungkapnya.(gus)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama