TikTok YouTube Instagram Twitter Facebook WhatApp

Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. //

Presiden Jokowi Resmi Umumkan Kalimantan Timur Sebagai Ibu Kota Baru


JAKARTA  (wartamerdeka.info) - Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan dua kabupaten di Kalimantan Timur sebagai Ibu Kota Baru yang akan menggantikan DKI Jakarta. Dua kabupaten itu, yakni sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara dan sebagian Kabupaten Penajam Passer Utara.

"Pemerintah sudah melakukan kajian mendalam dan mengintensifkan studinya dalam 3 tahun terakhir. Hasil kajian menyimpulkan lokasi ibu kota baru adalah sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur," kata Presiden Jokowi saat melakukan konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/08/2019).

Presiden Jokowi menyebutkan sejumlah alasan dibalik pemilihan Kalimantan Timur sebagai ibu kota baru, di antaranya risiko bencana minimal, baik banjir, gempa bumi, tsunami, kebakaran hutan, dan tanah longsor.

"Lokasi di Kalimantan Timur dipilih karena lokasinya yang strategis berada di tengah Indonesia, bebas bencana gempa bumi dan tsunami, daya dukung sosial dan budaya serta memenuhi perimeter pertahanan dan keamanan," ujarnya.

Mendukung hal tersebut, Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor menyatakan kesiapannya untuk menjadikan Kalimantan Timur sebagai lokasi ibu kota yang baru.

"Tidak ada pilihan lain kecuali harus siap. Dampak positifnya bukan hanya Kaltim tetapi semua provinsi yang ada di Kalimantan," ungkapnya.


Ditegaskan Presiden, pembiayaan pemindahan ibu kota baru tidak akan memberatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pasalnya, sekitar 54,6 persen akan didanai Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), 26,2 persennya didanai swasta, dan 19,2 persennya didanai APBN. Dengan demikian, pemindahan ibu kota tersebut tidak akan menggangu pembangunan SDM dan Prioritas lain.

Pemindahan ibu kota negara dilakukan untuk mewujudkan visi Indonesia-sentris dimana pembangunan merata dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru tercipta. Kalimantan Timur dipilih karena memenuhi kriteria lokasi strategis di wilayah tengah Indonesia, ketersediaan lahan milik negara yang tidak mengganggu hutan lindung, relatif bebas bencana, daya dukung tanah, ketersediaan infrastruktur, budaya yang terbuka terhadap pendatang, serta memenuhi perimeter pertahanan dan keamanan.(A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama