Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Warga Tritih Wetan Digegerkan Dengan Penemuan Mayat


CILACAP (wartamerdeka.info) - Warga Tritih Wetan kecamatan Jeuklegi digegerkan dengan penemuan mayat. Korban meninggal dunia tidak jauh dari tempat tinggalnya.

Korban adalah Sanis yang berumur 72 tahun warga jalan Ismoyo Jati RT 03 RW 11 desa Tritih Wetan kecamatan Jeruklegi Kabupaten Cilacap.

Tidak lama kemudian Polsek Jeruklegi Cilacap mendatangi lokasi ditemukannya korban. Korban adalah seorang perempuan.

Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julainto melalui Kapolsek Jeruklegi AKP Nyoman Sudarjana pada hari Kamis (1/8/2019) menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada hari Rabu tanggal 31 juli 2019 sekira pukul 15.30 wib.

Lebih lanjut dijelaskan, bahwa kejadian tersebut bermula dari kekhawatiran anaknya yang bernaman Mistar (48). Ia Khawatir karena Sanis tak kunjung pulang.

Mistar yang merupakan anak kandung dari Sanis tinggal di Jl Ismoyo jati RT 003 RW 011 desa Tritih Wetan Jeruklegi. Ia sempat mencari Sanis dan menanyakan ke beberapa tetangganya.

“Setelah dicari ke lokasi yang berjarak 500 meter dari rumah dan korban ditemukan dalam keadaan terlentang dengan kondisi air sudah surut. Setelah diperiksa petugas medis Puskesmas Jeruklegi, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia dan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan,” terang Kapolsek.

Sementara itu pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi terhadap korban. Mereka menerima dengan Ikhlas. Keluarga korban menyadari bahwa peristiwa yang ada merupakan takdir dari Tuhan Yang Maha Esa.

“Diduga korban meninggal dunia  dikarenakan terpeleset karena kondisi kelelahan saat akan mencari kerang,” pungkas AKP Nyoman Sudarjana.(gus)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama