Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Kasat Pol PP Torut Dipolisikan Terkait Penggusuran Pedagang Kuliner


MAKASSAR (wartamerdeka.info) - Para pedagang kuliner yang sehari-harinya berjualan di area Lapangan Bakti Rantepao, Toraja Utara, digusur keluar lapangan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Torut menjelang perayaan HUT Kemerdekaan RI 17 Agustus 2019, tepatnya 16 Agustus lalu.

Langkah penertiban Satpol PP yang langsung di bawah kendali Andarias Sesa S.Pd selaku Kasatpol PP ini berdasarkan Himbauan Bupati Torut lewat Pengumuman No. 0452/0866/Hukum tertanggal 16 Agustus 2019.

Tindakan Satpol PP ini langsung mendapat protes para pedagang kuliner setempat. Mereka lalu melaporkan hal ini ke Polsek Rantepao pasca penggusuran. Apalagi, sebagian dari gerobak mereka ada yang mengalami rusak. Begitu pula, barang-barang berupa perabot dan peralatan ada yang hilang.

"Sekitar 10 orang penjual yang kehilangan barang. Kami melapor ke polsek karena kehilangan barang," ujar Mariana Suhandi, seorang dari penjual, saat dijumpai di Mapolsek Rantepao, baru-baru ini.

Hingga kini, tenda para pedagang kuliner tersebut masih terpasang di atas badan jalan area Lapangan Bakti Rantepao. Dengan tenda ditambah gerobak, membuat akses jalan di sekitar area lapangan itu kian menyempit. Kondisi ini dapat mengganggu dan menghambat arus lalulintas kendaraan yang lewat.


"Sebenarnya dalam perencanaan pembangunan dan pembenahan lapangan Bakti yang lalu di era Bupati Sorring, kalau kita lihat gambar desainnya memang ada bagian pelataran untuk pedagang kuliner. Dan itulah yang berjalan selama ini, tapi kok tiba-tiba ada kebijakan dari Bupati yang sekarang ingin merubah itu seperti yang terjadi sekarang," beber Roland Bato'rante Hutasoit, seorang tokoh pemuda Toraja, via ponsel, kepada awak media ini, Senin sore (2/9).

Pria yang juga Aktivis Toraja Transparansi ini meminta Bupati Torut Kala'tiku Paembonan agar terbuka dan mengakomodir aspirasi para pedagang kuliner dimaksud. Demikian juga, tambahnya, pejabat dan aparatur Satpol PP yang bertugas agar tidak bertindak semena-mena dan sembrono. (Tom)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama