// Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. // China sejauh ini telah berhasil melewati krisis minyak bersejarah. Namun, saat Xi bersiap bertemu Trump, biaya mulai meningkat. // Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik komentar Trump tentang Paus Leo XIV //

Pineapple

Jepang memperingatkan potensi gempa dahsyat setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda.


Para pejabat Jepang telah mengeluarkan peringatan setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda wilayah timur laut negara itu pada tanggal 20 April. Mereka memperingatkan bahwa gempa dahsyat dapat terjadi dalam seminggu ke depan dan menyerukan agar masyarakat tetap bersiap menghadapi peristiwa seismik besar lainnya.

Bantu Pengamanan Jalur, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif R 514/SY Pastikan Pasokan Bahan Pokok Lancar


WAMENA (wartamerdeka.info) - Prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 514/SY melaksanakan bantuan pengamanan jalur Puncak Jaya - Wamena dalam rangka memastikan agar pasokan bahan pokok sehari-hari warga Kabupaten Puncak Jaya dapat berjalan lancar.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 514/SY Mayor Inf Danang Biantoro S.I.P., M.Si. dalam keterangan tertulisnya di Puncak Jaya, Papua, Kamis (10/10/2019).

Lebih lanjut Mayor Inf Danang Biantoro menyampaikan bahwa pasca kerusuhan di Wamena beberapa waktu yang lalu, membuat kekhawatiran khususnya para pengemudi kendaraan yang mengangkut bahan pokok dari Wamena menuju ke Puncak Jaya akan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan di perjalanan.

“Atas dasar hal tersebut seluruh Aparat Keamanan khusunya di Kota Mulia berkoordinasi untuk melaksanakan pengawalan lajuran menuju Wamena dan juga sebaliknya menuju Puncak Jaya,” ujarnya.

Dansatgas Pamtas RI-PNG juga menjelaskan bahwa para pengemudi tidak dapat melaksanakan aktifitas normal seperti sebelumnya dikarenakan ada rasa rakut di sepanjang perjalanan imbas dari kerusuhan di Wamena. “Adapun hal ini akan berdampak proses pengiriman bahan pokok akan terhambat, karena seperti yang diketahui bahwa bahan pokok yang ada di Puncak Jaya hampir seluruhnya dikirim dari Wamena,” tambahnya.

“Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 514/SY mengerahkan 15 orang anggotanya yang dipimpin langsung oleh Komandan Seksi Markas Batalyon, Serka Arifiyanto bergabung dengan anggota dari Satgas Pamrahwan Yonif R 753/AVT untuk melaksanakan pengamanan tersebut,” jelas Mayor Inf Danang Biantoro.

Sementara itu, Richardo salah seorang supir lajuran mengucapkan banyak terima kasih kepada anggota Satgas yang akan mengawalnya sampai dengan Wamena dan kembali lagi ke Puncak Jaya. “Tanpa kehadiran bapak aparat, saya tidak berani melaksanakan perjalanan menuju Wamena, kami sangat bersyukur dan mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Tentara yang mengamankan kami dalam perjalanan ini,” ujarnya. (A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama