Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Ryamizard Ucapkan Selamat: Prabowo Kawan Saya, Satu Tingkat Satu Kompi

Mantan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.
JAKARTA (wartamerdeka.info) - Mantan Menteri Pertahanan Jenderal TNI Purn Ryamizard Ryacudu mengucapkan selamat kepada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang dipercaya untuk melanjutkan tugasnya sebagai Menteri Pertahanan periode 2019-2024.

"Saya ucapkan selamat kepada Prabowo kawan saya, satu tingkat satu kompi sama-sama terus. Sekarang menggantikan saya alhamdulillah, kira-kira tidak beda jauh," kata Ryamizard Ryacudu, di sela-sela perpisahan dengan jajaran Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu (22/10/2019).

Jabatan yang diemban Ryamizard Ryacudu digantikan teman satu angkatannya di Akademi Militer, Letnan Jenderal TNI (Purnawirawan) Prabowo Subianto, yang dilantik Presiden Joko Widodo pada Rabu ini di Istana Merdeka dalam susunan Kabinet Indonesia Maju.

Dalam memimpin Kementerian Pertahanan, dia meyakini sosok Prabowo dapat mengetahui dengan pasti apa yang sudah menjadi tugas dan tanggung jawabnya.

Prabowo pun diyakini juga mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan Kementerian Pertahanan.

"Dia (Prabowo) lebih tahu lah, kita di tempat menyesuaikan. Saya di mana-mana menyesuaikan, di sini menyesuaikan dengan Kemhan, bukan Kemhan harus sesuaikan kita," ujarnya.

Dalam kesempatan itu dia berharap agar seorang menteri dalam membantu presiden tidak melihat besar kecilnya anggaran. Anggaran yang besar atau kecil tetap harus mengutamakan rakyat.

"Dari dulu saya gak memikirkan anggaran besar kecil sama saja, karena itu duit rakyat. Jangan sampai besar terus kita ngiler. Kecil gak ada gak apa-apa, tentara rakyat kok, rakyat dulu didahulukan, baru tentara. Kalau tentara didahulukan dia bukan tentara rakyat," ucapnya.

"Besok saya menyerahkan tugas tanggung jawab saya pada pemimpin baru. Mudah-mudahan Kemhan ini bertambah jaya," kata mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ini menambahkan.

Serah terima jabatan Menhan sendiri akan dilaksanakan pada Kamis (24/10) pagi. (A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama